Renovasi Rumah Akan Diberi Bantuan Rp250 Juta, demi Sektor Konstruksi 'Hidup Lagi'

Senin 08 Juni 2020 13:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 08 470 2226229 renovasi-rumah-akan-diberi-bantuan-rp250-juta-demi-sektor-konstruksi-hidup-lagi-s39QjeYIw1.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Pemerintah Australia menyiapkan bantuan tunai senilai USD25.000 (sekitar Rp250 juta) kepada warganya yang ingin merenovasi atau membangun rumah. Program ini bertujuan untuk menghidupkan kembali sektor konstruksi perumahan yang terpukul selama pandemi covid-19.

Program HomeBuilder diperuntukkan bagi mereka yang ingin membangun rumah baru yang nilainya tidak lebih dari USD750 ribu. Sedangkan untuk renovasi rumah yang sudah ada, Anda harus mengeluarkan biaya sendiri antara USD150 ribu hingga USD750 ribu, sebelum mendapatkan bantuan tunai ini. Rumah yang direnovasi pun nilainya tidak boleh lebih dari USD1,5 juta.

Baca juga: Covid-19 Menyerang, Investasi Properti Asia Pasifik Turun 26% pada Kuartal I-2020

Syarat lainnya yaitu penghasilan tahunan tidak boleh lebih dari USD125 ribu per orang, atau USD200 ribu untuk pasangan. Pemerintahan PM Morrison mengharapkan sedikitnya 27.000 pemilik rumah atau pekerja sektor perumahan bisa mengakses skema ini.

Biro Statistik Australia (ABS) mencatat, ada sebanyak 7,7 juta tempat tinggal pribadi yang ada di Australia saat ini. Dilansir dari ABC.net, Senin (8/6/2020), PM Morrison menyatakan, program ini bertujuan membantu lebih dari satu juta pekerja di sektor bangunan dan akan berlaku selama sembilan bulan ke depan.

Baca juga: Industri Properti Pulih Paling Cepat di Kuartal IV-2020

Menurut data di Australia sebelum pandemi covid-19, industri konstruksi mempekerjakan sekitar 1 orang dari 10 tenaga kerja yang ada. Itu sebabnya, Pemerintahan PM Morrison secara khusus menargetkan sektor ini karena potensi penyerapan tenaga kerja yang besar.

Selain itu, juga didasarkan atas perkiraan kekurangan pasokan sekitar 30 ribu rumah hunian baru untuk periode semester kedua 2020. Warga sudah bisa mengajukan permohonan bantuan ini mulai sekarang hingga 31 Desember mendatang, dengan syarat proyek harus dikerjakan dalam jangka waktu tiga bulan dari tanggal kontrak kerja.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini