Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerbangan New Normal, Susi Pudjiastuti: Sulit PCR Test untuk Daerah

Taufik Fajar , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2020 |15:21 WIB
Penerbangan <i>New Normal</i>, Susi Pudjiastuti: Sulit PCR Test untuk Daerah
Susi Pudjiastuti (Instagram)
A
A
A

JAKARTA - Industri penerbangan merupakan sektor yang paling terdampak saat pandemik virus Corona atau Covid-19 ini. Bahkan, saat penerbangan mulai dilonggarkan kembali, masih ada kendala akan mahalnya prosedur yang harus dijalani.

Salah satunya adalah tes kesehatan dengan PCR untuk prosedur penerbangan di era new normal. Di mana, harganya dinilai lebih mahal dari tiket.

 Baca juga: 2 Bulan Susi Air Nol Penerbangan dan Tak Ada Pemasukan, Susi: Itu Semua Beban

Menanggapi hal tersebut, Pemilik maskapai Susi Air, Susi Pudjiastuti mengatakan, di saat maskapai sudah memulai penerbangan, harus melakukan PCR test. Hal ini menurutnya tidak mungkin dilakukan terutama di daerah.

"Kalaupun dibuka orang mau terbang, saya liat itu tidak mungkin melakukan PCR di daerah, imposible for that people," ujarnya dalam telekonferensi di BNPB, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

 Baca juga: Curhat Susi Pudjiastuti: Kabar Saya Baik, Kalau Penerbangan Tidak Baik

Dirinya pun mengatakan permasalahan tersebut harus diurai satu per satu oleh pemerintah. Apalagi, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Irfan Setiaputra sempat mengeluh harga PCR lebih mahal dari tarif tiket.

"Complicated itu yang harus diurai satu per satu, bagaiamana penularan tidak terjadi, yang sakit tidak menulari, yang sehat aman," ujarnya.

Sebelumnya, menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, adanya tes PCR ini membuat penumpang harus merogoh kocek lebih dalam. Sehingga hal inilah yang akan membuat biaya naik pesawat akan menjadi mahal.

 Baca juga: Susi Pudjiastuti: Susi Air Harus Menyatakan Pailit, Jika....

Bahkan, biaya untuk tes kesehatan ini jauh lebih mahal dibandingkan tiket pesawat untuk bepergian. Sebab menurut Irfan, tes PCR menelan biaya sekitar Rp2,5 juta meskipun sudah ada beberapa rumah sakit yang menurunkan harganya.

"Yang lebih penting mahal ini tidak lebih mahal daripada pesawat itu sendiri. PCR test yang Rp2,5 juta dan beberapa sudah menurunkan harganya, itu jauh lebih mahal daripada biaya bepergian khususnya lokasi yang berdekatan seperti Jakarta-Surabaya," ujarnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement