Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berikan Warna dan Rasa Baru, BUMN Akan Andalkan Tenaga Milenial

Giri Hartomo , Jurnalis-Jum'at, 12 Juni 2020 |20:38 WIB
Berikan Warna dan Rasa Baru, BUMN Akan Andalkan Tenaga Milenial
Tenaga kerja (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belakangan ini tengah mendorong tenaga-tenaga milenial untuk lebih banyak berperan. Sebab, inovasi-inovasi yang dikeluarkan oleh milenial ini banyak dibutuhkan untuk pembangunan negara.

Staff Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, ke depan akan ada banyak tenaga milenial yang dilibatkan. Hal ini diharapkan bisa memberikan warna baru terhadap kinerja BUMN dan perekonomian negara.

 Baca juga: Erick Thohir Beberkan Alasan Perwira Tinggi Polisi Banyak Diangkat Jadi Komisaris BUMN

"Kita bangun kolaboratif memberikan warna baru rasa baru nilai baru bahwa profesional muda ini punya peran besar terhadap negara kita dan public yang ada Indonesia," ujarnya dalam diskusi Virtual, Jumat (12/6/2020).

Menurut Arya, penyaringan profesional milenial ini tidak hanya dilakukan di Jakarta saja. Tapi juga di seluruh Indonesia, mengingat perusahaan BUMN tersebar di seluruh daerah.

 Baca juga: Erick Thohir Tak Mau Bos BUMN Diganti Tiap Tahun

"Profesional muda ini tidak hanya di Jakarta tapi seluruh Indonesia. Ini kolaborasi besar terhadap orang orang yang mencintai bangsanya," ucapnya.

Menurut Arya, new normal ini akan menjadi titik balik dan batu pijakan untuk BUMN berinovasi. Misalnya adalah dengan lebih banyak menggunakan teknologi dalam bekerja.

"Kita akan banyak diskusi mengenai profesional muda menghadapi new normal. Selama dua bulan bekerja dari rumah ada mungkin juga yang bekerja dari kantor karena berhubungan dengan proyek strategis," jelasnya.

 Baca juga: Erick Thohir Sindir Banyak BUMN Miliki Bisnis yang Sama

Saat ini sendiri, pemerintah tengah membuka kembali pelayanan publik sambil memperhatikan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga tantangannya adalah, bagaimana antara pelayanan dan juga perlindungan kepada masyarakat dari Covid ini bisa bejalan dengan beriringan

"Disisi lain bangsa kita mencoba membuka ruang ruang kepada publik dan layanan besar publik yang disebut new normal. Kita belajar dari Korea Selatan, kemaren sempat membuka tapi ada lagi yang kena dan menutup kembali," jelas Arya.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement