JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belakangan sedang gencar dalam melakukan perombakan jajaran Direksi dan Komisaris. Khusus untuk jajaran Komisaris belakangan banyak masuk nama-nama perwira tinggi polisi dan pejabat Badan Intelejen Negara (BIN).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dalam pemilihan Komisaris ada beberapa pertimbangan. Pertimbangan ini menyesuaikan dengan permasalahan dan tantangan perusahaan.
Baca juga: Rombak Abis Direksi BUMN Karya, Erick Thohir Konsultasi ke Menteri PUPR
Misalnya saja perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertambangan. Dibutuhkan aparat yang bisa membantu dalam menyelesaikan konflik lahan dan perizinan.
"Ya namanya pemilihan itu pasti ada alasannya. Kita tahu di pertambangan kadang-kadang ada konflik baik namanya tanah baik yang namanya perizinan yang tumpang tindih," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (12/6/2020).