Share

13 Bank Bakal Keroyokan Kasih Utang Rp14 Triliun ke BRI

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 19:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 320 2231183 13-bank-bakal-keroyokan-kasih-utang-rp14-triliun-ke-bri-ZvcRe6kNr3.jpg Bank BRI Ingin Pinjaman Dana dari Luar Negeri. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Republik Indonesia berencana menarik utang dari luar negeri untuk membantu sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Langkah ini diambil jika perbankan tidak mendapatkan bantuan likuditas dari pemerintah.

"Makannya kemudian saya jaga-jaga kalau seandainya nanti enggak dapat bantuan likuditas karena kita enggak memenuhi syarat untuk kayak dibantu saya bikin utang ke luar negeri," ujar Direktur Utama BRI Sunarso, dalam diskusi virtual, Selasa (16/6/2020).

Baca Juga: Bos BRI Blakblakan Restrukturisasi Kredit Tembus 2,3 Juta Nasabah Rp140,24 Triliun

Menurut Sunarso, ada 13 bank sudah berkomitmen untuk memberikan pinjaman kepada Bank BRI. Tak tanggung-tanggung nilai utang yang akan ditarik adalah sebesar USD1 Miliar

"13 bank sudah komit untuk membantu BRI USD1 miliar. Kapan saja kita bisa tarik dengan suku bunga dolar 1,9%. Itu yang akan saya jadikan cadangan likuiditas," kata Sunarso.

Baca Juga: Beda Krisis 1998 vs 2020, Dirut BRI: Kali Ini Menguji Celengan

Menurut Sunarso, likuditas ini sangat penting bagi perbankan untuk memberikan relaksasi kepada UMKM. Apalagi, saat ini bank BRI berencana untuk melakukan ekspansi pada nasabahnya dengan menyasar sektor pangan hingga pertanian.

"Menjaga pertumbuhan kredit di UMKM itu menjadi penting. Sehingga kalau kita tertekan enggak punya likuiditas apakah bisa ekspansi? Kalau enggak punya likuiditas ya enggak boleh ekspansi dari regulator. Karena ekspansi dari mana," kata Sunarso.

Menurut Sunarso, alasan perusahaan ngotot memberikan restrukturisasi kepada pelaku UMKM adalah karena sektor ini menjadi yang paling terdampak. Sementara itu, UMKM menjadi salah satu sektor pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"UMKM di Indonesia menyerap dan mempekerjakan 92% tenaga kerja Indonesia. Jadi memberdayakan dan menjaga sustainability UMKM itu sama saja menjaga dan menyejahterakan tenaga kerja," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini