Penjualan Eceran Turun 16,9% pada April 2020, Apa Penyebabnya?

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 320 2231408 penjualan-eceran-turun-16-9-pada-april-2020-apa-penyebabnya-FvXiT71HkQ.jpg Penjualan Eceran (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil survei penjualan eceran pada April 2020 mengindikasikan bahwa penjualan eceran menurun.

Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang turun sebesar 16,9% (yoy) pada April 2020, lebih dalam dibandingkan dengan penurunan sebesar 4,5% (yoy) pada Maret 2020. Demikian seperti dilansir keterangan resmi BI, Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Baca Juga: Konsumsi Lesu, Penjualan Riil Turun pada Januari 2020 

Hal tersebut bersumber dari kontraksi penjualan pada seluruh kelompok komoditas yang dipantau. Penurunan penjualan terdalam dialami oleh subkelompok sandang serta kelompok barang budaya dan rekreasi.

Penjualan eceran diperkirakan masih menurun pada Mei 2020. Hal ini tercermin dari perkiraan pertumbuhan IPR Mei 2020 sebesar -22,9% (yoy), disebabkan kontraksi pada seluruh kelompok komoditas yang disurvei. Kontraksi terdalam pada subkelompok Sandang sebesar 77,8% (yoy), lebih dalam dari kontraksi sebesar 70,9% (yoy) pada April 2020.

Baca Juga: BI Catat Penurunan Penjualan Eceran 0,8% pada Februari 2020 

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada 3 bulan mendatang (Juli 2020) diprakirakan sedikit meningkat. Hal itu tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) 3 bulan mendatang (Juli 2020) sebesar 162,6, lebih tinggi dibandingkan dengan 160,7 pada Juni 2020, seiring dengan prakiraan permintaan yang meningkat pada perayaan HBKN Idul Adha.

Sementara itu, tekanan harga 6 bulan mendatang (Oktober 2020) diprakirakan menurun dengan IEH sebesar 146,4, lebih rendah dibandingkan dengan 153,0 pada September 2020.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini