Share

Akhirnya BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 20 2232243 akhirnya-bi-turunkan-suku-bunga-acuan-jadi-4-25-Ntx6PXBHBN.jpg BI Turunkan Suku Bunga Acuan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7RR) sebesar 25 basis points (bps) ke level 4,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar 17 Juni-18 Juni 2020. Sebelumnya, BI menahan suku bunga acuan di level 4,5% pada Mei 2020.

Sementara, suku bunga deposit facility juga turun sebsar 25 bps menjadi 3,5% dari 3,75% dan suku bunga lending facility juga turun sebesar 25 bps menjadi 5% dari 5,25%.

"Keputusan ini konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi nasional di era covid-19," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Baca Juga: Jaga Ekonomi, BI Diprediksi Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7RR) sebesar 25 basis points (bps) ke level 4,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juni 2020. Hal ini karena beberapa pertimbangan indikator makroekonomi seperti inflasi.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, BI diperkirakan akan memangkas BI7RR sebesar 25bps ke level 4,25% mempertimbangkan beberapa indikator makroekonomi. Pertama, tekanan inflasi, khususnya inflasi dari sisi permintaan yang cenderung rendah mengindikasikan bahwa daya beli masyarakat yang menurun tajam.

Baca Juga: Menanti Kebijakan Suku Bunga Acuan BI, Ada Kejutan?

Kemudian, lanjut dia, data-data lainnya yang turut mendukung lemahnya konsumsi rumah tangga adalah penurunan tajam dari indeks kepercayaan konsumen, penjualan eceran, nilai tukar petani, penjualan otomotif yang mengindikasikan konsumsi masyarakat berpotensi mengalami kontraksi.

"Kedua, perkembangan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek ini yang cenderung stabil ditunjukkan dengan volatilitas nilai tukar rupiah secara rata-rata menurun yang terindikasi dari one-month implied volatility yang menurun menjadi 13% sepanjang bulan Juni ini dari bulan Maret yang lalu sebelumnya sempat meningkat ke kisaran 33%," ujar dia kepada Okezone.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini