Share

Bos PLN Tunggu Janji Pemerintah Bayar Utang Kompensasi Rp45 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 09:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 320 2232049 bos-pln-tunggu-janji-pemerintah-bayar-utang-kompensasi-rp45-triliun-5me7EGW1xk.jpg PLN Tunggu Janji Pemerintah Bayar Utang (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) masih menunggu pencairan dana kompensasi dari pemerintah. Sebab, hingga saat ini kompensasi subsidi listrik di tahun 2018 dan 2019 masih belum masuk ke kas PLN.

Baca Juga: Sudah Jatuh Tempo, BUMN Harap-Harap Cemas Pencairan Utang Pemerintah Rp108 Triliun

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, pemerintah menjanjikan dana kompensasi akan dibayarkan pada tahun ini. Adapun total kompensasinya mencapai Rp45 triliun.

"Tapi itu kata-katanya adalah akan dibayar tahun ini. Jadi sampai saat ini kami menunggu pembayaran pemerintah terkait dana kompensasi tersebut," ujarnya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR, Rabu (17/6/2020).

Baca Juga: Rincian Utang Pemerintah Rp108 Triliun di BUMN

Asal tahu saja, kompensasi subsidi ini ditagihkan PLN ke Kementerian Keuangan melalui Kementerian BUMN. Dalam data yang dirilis Kementerian BUMN, utang pemerintah yang harus dibayar ke PLN mencapai Rp48,46 triliun.

Piutang ini ditagih karena banyak bisnis BUMN termasuk PLN yang terdampak akibat pandemi COVID-19. Sebagai gambaran, pada kuartal I 2020, PLN mengalami kerugian sebesar Rp38,88 triliun.

Kinerja keuangan PLN mengalami penurunan dibanding realisasi kuartal I 2019 yang berhasil meraup laba bersih Rp 4,157 triliun. Dikutip dari laporan keuangan PLN untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2020 dan 2019 (Tidak Diaudit), kerugian terbesar berasal dari tertekannya kurs rupiah terhadap dolar AS.

Total rugi kurs mata uang asing mencapai Rp 51,97 triliun. Sebagai pembanding, pada kuartal I 2019 PLN mencatatkan keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp 4 triliun.

Sementara jumlah beban usaha PLN naik menjadi Rp78,79 triliun dari Rp73,635 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan beban usaha terutama berasal dari biaya pembelian tenaga listrik yang meningkat 29,47% dari Rp19,95 triliun di kuartal I 2019 menjadi Rp25,83 triliun pada kuartal pertama tahun ini.

Pendapatan usaha PLN sebenarnya juga meningkat, namun tak mampu menutup beban usaha. Penjualan tenaga listrik di 3 bulan pertama 2020 mencapai Rp70,24 triliun, sementara di periode yang sama tahun lalu Rp66,84 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini