Hitung-hitungan PNBP Minerba di Tengah Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235807 hitung-hitungan-pnbp-minerba-di-tengah-covid-19-XBXCOHSUOK.jpg Tambang (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Minerba dari tahun ke tahun selalu mencapai target. Lalu bagaimana dengan target PNBP Minerba 2021?

Menurut Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Johnson Pakpahan, penerimaan PNBP Minerba pada 2020 di tengan pandemi virus corona atau Covid-19 mengalami penurunan.

 Baca juga: PNBP April Tumbuh 21,7% Ditopang BLU hingga Kekayaan Negara yang Dipisahkan

Akan tetapi, dari tahun ke tahun realisasi PNBP Minerba selalu meningkat bahkan melebihi dari target yang ditetapkan. Dia pun merinci, PNBP Minerba pada 2015 mencapai Rp29,3 triliun atau mencapai 56,76% dari yang ditargetkan sebesar Rp 52,2 triliun.

"Kemudian pada 2016 realisasi PNBP Minerba mencapai Rp 27,15 triliun atau 90% dari yang ditargetka," ujar dia pada rapat Banggar DPR RI, Rabu (24/6/2020).

Lalu pada 2017, mulai ada peningkatan dalam realisasi PNBP Minerba, di mana realisasinya mencapai Rp40,62 triliun atau mencapai 124% dari yang ditargetkan sebesar Rp 32,4 triliun.

 Baca juga: Industri Telekomunikasi Minta Penundaan Pembayaran PNBP

"Pada 2018, PNBP Minerba tercatat mencapai Rp49,63 triliun atau mencapai 154% dari yang ditargetkan sebesar Rp32,1 triliun. Dan pada 2019, capaian PNBP Minerba mencapai Rp44,93 truliun atau mencapai 103% dari yang ditargetkan sebesar Rp43,2 triliun," ungkap dia.

Adapun sampai dengan 24 Juni, menurut dia PNBP Minerba baru mencapai Rp16,61 triliun atau sebesar 45,57% dari yang ditargetkan. Tahun ini PNBP Minerba ditarget sebesar Rp33,34 triliun.

Sementara target PNBP Minerba pada 2021 belum ditetapkan, karena masih dibahas oleh Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR.

 Baca juga: PNBP Migas Turun Rp27,7 Triliun, Salah Satunya Akibat Blok Mahakam

"Untuk target PNBP Minerba 2021, kami masih bahas dengan Komisi VII DPR. Dan mungkin saat ini masih berlangsung," jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BKF Febrio Kacaribu memandang bahwa PNBP masih dipengaruhi oleh harga komoditas dan nilai tukar rupiah.

Maka itu, tutur dia pengambilan kebijakan asumsi makro untuk 2020, terutama penetapan PNBP Minerba harus dirancang hati-hati, karena dinilai akan berdampak pada target penerimaan negara dari sumber daya alam (SDA) secara keseluruhan.

"Kebijakan makro harus hati-hati, supaya tidak terlalu sensitif ke penerimaan SDA ini. Kita selalu punya dana pencadangan atau buffer. Adakalanya dapat windfall dan ada kalanya mengalami kekurangan," tandas dia.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini