Divonis Bersalah Gara-Gara Tiket Mahal, Ini Reaksi Lion Air

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 25 Juni 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 25 320 2236101 divonis-bersalah-gara-gara-tiket-mahal-ini-reaksi-lion-air-Yt9R2bljiX.jpg Lion Air Tanggapi Putusan KPPU. (Foto: Okezone.com/Lion Air)

JAKARTA - Lion Air angkat bicara usai disebut Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sebagai salah satu dari tujuh maskapai melakukan perjanjian yang berujung pada tingginya harga tiket pesawat. Maskapai tersebut terjerat pasal 5 UU Nomor 5 tahun 1999 soal persaingan usaha

Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Air Group tetap menjual harga tiket pesawat sesuai dengan aturan regulator yang berlaku yakni Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

“Dalam hal ini tidak melebihi ketentuan tarif batas atas (TBA) dan tidak melebihi tarif batas bawah (TBB),” tegas Danang, dalam keterangannya, Kamis (25/6/2020).

Baca Juga: 7 Maskapai Langgar Aturan Harga Tiket Pesawat

Dalam penentuan harga jual tiket pesawat udara kelas ekonomi dalam negeri, Lion Air Group juga tidak pernah bekerjasama dan menentukan dengan pihak lain (di luar perusahaan).

Menurutnya, formulasi penghitungan yang digunakan adalah wajar dan sesuai keterjangkauan kemampuan calon penumpang membayar berdasarkan kategori layanan maskapai. Penerapan tersebut berdasarkan kategori layanan yang.diberikan sebagaimana Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Baca Juga: Sulitnya Proses Refund Tiket Pesawat, Bikin Pusing Travel Agent

Misalnya rute Balikpapan-Jakarta Soetta, tarif batas atas Rp1,6 juta dan tarif batas bawah Rp565.000. Bali-Surabaya, tarif batas atas Rp638.000 dan tarif batas bawah Rp223.000. Kemudian Surabaya-Labuan Bajo, tarif batas atas Rp1,3 juta dan tarif batas bawah Rp486.000.

"Untuk harga jual tiket pesawat udara saat ini merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga jual tiket pesawat," ujarnya.

Adapun komponen harga jual tiket pesawat udara sekali jalan (one way) untuk penerbangan langsung (non-stop) terdiri dari:

1. Tarif angkutan udara (fluktuasi dalam koridor tarif batas atas dan tarif batas bawah)

2. Pajak (government tax) 10% dari tarif angkutan udara

3. Iuran wajib asuransi yang disingkat IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja)

4. Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax, besarannya berbeda-beda mengikuti bandar udara di masing-masing kota.

Sebagai informasi, mulai 1 Maret 2018, pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau PSC terbaru sudah termasuk ke dalam komponen harga tiket. Dengan demikian jika ada perubahan pada tarif PSC akan mempengaruhi nominal pada harga tiket.

5. Biaya tuslah/ tambahan jika ada (surcharge).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini