Menko Airlangga Sebut Belanti Siam Bisa Jadi Pusat Ekonomi Kalteng

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 28 Juni 2020 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 28 320 2237665 menko-airlangga-sebut-belanti-siam-bisa-jadi-pusat-ekonomi-kalteng-07ntqzX4TD.jpg Menko Perekonomian Airlangga (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil meninjau Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Sabtu 27 Juni 2020.

Kedua menteri ini diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melihat langsung proyek food estate di Kalteng. Nantinya, wilayah tersebut akan menjadi lumbung pangan baru di Indonesia.

Baca Juga: Bangun Food Estate Tahap Pertama, Lahan 30.000 Ha Disiapkan

Desa Belanti Siam adalah salah satu Desa di Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai lumbung padi yang nantinya akan menjadi salah satu pusat ekonomi dalam bidang pangan di Kalimantan Tengah.

"Pemerintah sangat mendukung Desa Belanti Siam sebagai Desa Isen Mulang Pantang Mundur," kata Airlangga dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (28/6/2020).

Desa Belanti Siam yang dicanangkan sebagai Desa Isen Mulang Pantang Mundur ini karena memiliki kriteria yang mampu melawan Covid-19, tidak ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan desa yang memiliki ketahanan pangan.

Baca Juga: Arahan Presiden Jokowi, Kalteng Didorong Jadi Food Estate

Airlangga pun mengapresiasi Kapolda Kalteng Irjen Dedi Prasetyo dan Polres Pulang Pisau yang menginisiasi Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau Sebagai Percontohan Desa Isen Mulang atau Pantang Mundur dalam penanganan Covid-19 dan Ketahanan Pangan.

Sekadar informasi, Pemerintah tengah merencanakan pembangunan food estate atau kawasan pertanian modern di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus bergerak menjadikan kawasan tersebut menjadi lumbung padi nasional.

“Pemerintah akan mendorong pertanian di wilayah Kalimantan Tengah ini, khususnya Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas yang akan menjadi lumbung padi nasional,” tutur Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga menambahkan bahwa pihaknya sudah menganggarkan 30.000 hektare di dua kabupaten tersebut dan akan mulai ditanam pada musim pangan kedua.

“Kalau sudah, berikutnya Pemerintah akan mendorong sisanya yaitu sekitar 110.000 hektar untuk tahap kedua pada 2022-2023. Dari pembelajaran ini Pemerintah akan terus melakukan rehabilitasi di lokasi lebih dari 600.000 hektare,” lanjutnya.

Pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Airlangga menyatakan bahwa pihaknya telah mengkaji berkali-kali terkait dengan keadaan dua kabupaten tersebut. Di masa awal new normal ini, Ia merasa senang dan percaya diri ketika berkesempatan untuk meninjau langsung lokasi yang direncanakan akan menjadi food estate itu.

“Berbeda kalo kita lihat sendiri hamparan padi yang ada. Jadi memberikan rasa percaya diri pada Pemerintah bahwa ini (Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas) adalah pilihan yang tepat,” tutur Airlangga.

Selain direncanakan menjadi food estate dan lumbung padi nasional, Airlangga juga menyatakan akan mempersiapkan kawasan tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Kita yakin kalau desanya pantang mundur maka programnya akan berhasil. Modalnya adalah pantang mundur. Pemerintah juga pantang mundur, kita akan maju terus sampai disini menjadi food estate atau lumbung padi nasional,” ujar Airlangga.

Selain meninjau langsung lahan pertanian di Desa Blanti Siam Kabupaten Pulang Pisau, di hari yang sama Airlangga juga meninjau Desa Anjir Serapat di Kabupaten Kapuas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini