Unilever Cs Boikot Iklan di Facebook, Investor Mulai Resah

Natasha Oktalia, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 15:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 278 2238863 unilever-cs-boikot-iklan-di-facebook-investor-mulai-resah-0wHIzbwcA6.jpg Saham Facebook Turun Akibat Boikot Iklan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Investor merespons boikot iklan yang dilakukan sejumlah perusahaan kepada platfrom digital, Facebook hingga Twitter. Hal ini pun menjadi sentimen negatif karena saham Facebook turun hingga 3% pada awal perdagangan Senin waktu setempat.

CEO Facebook Mark Zuckerberg pun mulai mencari cara agar para pengiklan menghentikan aksi tersebut. Seperti yang terjadi di beberapa hari lalu, Facebook mengadakan konferensi guna mengakui terjadinya defisit kepercayaan dan melalui email dirinya meminta pengiklan menghentikan aksi tersebut.

Baca Juga: Bos Facebook Kehilangan Gelar Orang Terkaya Ketiga di Dunia

Mark juga berjanji untuk melarang adanya pengiklan yang melakukan ujaran kebencian hingga aksi kontroversial lainnya dari politisi. Investor sudah merasa terguncang yang diakibatkan pemboikotan Facebook dan beberapa platform lainnya.

Saham Facebook sudah turun hingga 3%, usai beberapa merek-merek ternama seperti Starbucks, Coca-Cola, Unilever dan beberapa perusahaan besar lainnya memberhentikan iklan di platform digital. Tidak hanya Facebook, hal yang sama juga dirasakan oleh Twitter, salah satu platform digital yang diperuntukan sebagai jejaring sosial yang memungkinkan penggunanya untuk membaca dan mengirim pesan berbasis teks.

Baca Juga: Starbucks hingga Unilever Boikot Iklan di Facebook, Mark Zuckerberg Menyerah

"Facebook perlu mengatasi masalah ini dengan cepat dan efektif untuk menghentikan keluarnya iklan yang berpotensi keluar kendali," kata Kepala Strategi Teknologi Wedbush Securities Bradley Gastwirth, dilansir dari CNN, Selasa (30/6/2020).

Perlu diketahui pendapat terbesar Facebook berasal dari sejumlah pengiklan dalam kelas kecil dan menengah. Meskipun pada 2019, Starbucks menduduki tingkat teratas pada penghasilan pengiklan terbanyak di Facebook.

Kampanye #StopHateforProfit diluncurkan oleh koalisi hak-hak sipil yang mencakup Anti-Defamation League (ADL) dan NAACP. Kampanye ini berhasil menyerukan perusahaan-perusahaan besar untuk memberhentikan iklan di laman Faceboo pada Juli, karena kegagalan platform tersebut atas terjadiya kegiatan yang berisi tentang ujaran kebencian.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini