Menko Airlangga Pede Program PEN Bisa Dongkrak Ekonomi RI

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 04 Juli 2020 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 20 2241148 menko-airlangga-pede-program-pen-bisa-dongkrak-ekonomi-ri-3u2GUTOPfh.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Dunia sedang menghadapi ancaman ekonomi akibat pandemi. Strategi pemulihan yang cepat dan tepat dipertaruhkan menghindari krisis segala lini yang disinyalir lebih berbahaya dari pandemi. Kini pemerintah sedang mempercepat pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku optimis pemulihan akan makin cepat masuk kuartal tiga tahun ini. PEN yang sedang diterapkan kini diyakini pemerintah bisa menghindari potensi krisis. sedang dijajaki pemerintah untuk menangani dampak pandemi ini. Penyelamatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diseriusi guna menjaga laju pertumbuhan tetap bertahan di zona positif. Mengenai respons percepatan pemulihan ekonomi, pemerintah mengatakan bahwa ada tiga program dan kebijakan secara cepat dan tepat.

Baca Juga: Soal Stimulus, Hipmi Minta Pemerintah dan Instansi Jangan Saling Gesek

“Program PEN, program percepatan pemulihan ekonomi. Program exit strategy yaitu pembukaan ekonomi secara bertahap menuju tatanan normal baru. Reset dan transformasi, mendorong percepatan pemulihan ekonomi,” ungkap Menko Perekonomian dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2020).

Menko Perekonomian juga menambahkan bahwa kebijakan KUR terkait Covid-19 mulai menampakkan hasil. “Sampai dengan 31 Mei 2020, terdapat 13 penyalur KUR telah melaporkan pelaksanaan kebijakan KUR yang diberikan kepada penerima KUR,” jelas Airlangga.

Adapun laporan yang dimaksud adalah tambahan subsidi bunga KUR diberikan pada 1.449.570 debitur dengan baki debet Rp 46,1 triliun. Penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada 1.395.009 debitur dengan baki debet Rp 40,7 triliun. Terakhir, relaksasi KUR berupa perpanjangan jangka waktu pada 1.393.024 debitur dengan baki debet Rp 39,9 triliun.

Baca Juga: Bisnis Apa Saja yang Akan Nikmati Dana Negara Rp30 Triliun di Himbara?

Sedangkan untuk exit strategy, Menko Perekonomian menjelaskan tiga hal yang harus dipertimbangkan. “Perlu timeboxing untuk berhasil di dua aspek, perekonomian pulih dan aman dari virus. Pencegahan penyebaran virus melalui perluasan kapasitas treatment dan testing, menemukan obat, dan vaksin. (Kemudian) penyelamatan perekonomian global, dukungan bagi masyarakat dan dunia usaha yang terdampak, pembukaan ekonomi saat virus mereda, dan percepatan pemulihan ekonomi,” ungkap Airlangga dalam paparannya.

Sedangkan mengenai reset dan strategi, Airlangga mengatakan pandemi Covid-19 mendorong dilakukannya transformasi ekonomi di mana peran teknologi informasi penting di samping upaya percepatan perizinan, penyederhanaan birokrasi, serta reformasi digital.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini