5 Fakta Tak Terduga Inflasi Juni 2020, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Tarif Ojol

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 05 Juli 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 20 2241278 5-fakta-tak-terduga-inflasi-juni-2020-dipicu-harga-daging-ayam-hingga-tarif-ojol-oEtbNQNJhr.jpeg Inflasi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi pada Juni 2020. Adapun angka inflasi pada Juni 2020 tercatat sebesar 0,18% sehingga inflasi dari Januari hingga Juni 2020 sebesar 1,09%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dengan begitu maka inflasi tahun kalender 2020 adalah sebesar 1,09%. Sedangkan secara tahunan inflasi tercatat 1,96% (year on year/yoy).

"Hasil pemantauan BPS di 90 kota inflasi pada Bulan Juni 2020 terjadi inflasi 0,18%," ujarnya dalam telekonferensi, Rabu (1/7/2020).

Berikut adalah fakta inflasi yang dirangkum Okezone:

Baca juga: Kenaikan Harga Daging Ayam Biang Kerok Inflasi Juni 0,18%

1.Pola Inflasi Berbeda

Menurut Suhariyanto, memang ada pattern yang berbeda pada tahun ini. Sebab biasanya inflasi selalu naik pada sebelum lebaran dan turun sesudahnya, namun tahun ini justru berbeda.

"Kalau kita bandingkan dengan inflasi bulanan pada sebelumnya memang polanya agak berbeda. Di tahun tahun sebelumnya Ramadan dan lebaran selalu menjadi puncak inflasi tapi tidak terjadi saat ini karena memang situasinya tidak biasa. Bisa dilihat pada Ramadan dan Idul Fitri inflasi lumayan flat. Tapi satu bulan sesudah lebaran mengalami kenaikan sedikit," jelasnya.

2. Inflasi Tertinggi di Kendari

Kecuk menambahkan, pemantauan inflasi ini dilakukan di 90 kota. Dari 90 kota yang dilakukan survei ada 74 kota yang mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi.

Baca juga: Inflasi Juni Diprediksi 0,04%

Dia menambahkan Inflasi tertinggi di Kendari mencapai 1,33% lalu Inflasi rendah ada di Makassar 0,01%. Sebaliknya deflasi tertinggi di Ternate sebesar 0,34% dan deflasi terendah di Padangsiadimpuan dengan angka deflasi 0,02%.

3. Dipicu Harga Ayam

Suhariyanto mengatakan, untuk kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,47%. Adapun andil sebesar 0,12% pada inflasi Juni 2020.

Menurutnya, ada beberapa komoditas yang dominan memberikan andil pada inflasi karena terjadi kenaikan harga cukup tinggi. Misalnya adalah kenaikan daging ayam ras, berikan andil pada inflasi 0,14%.

"Jadi kalau dilihat, pergerakan harga daging ayam ras selama Juni alami kenaikan dan kenaikannya terjadi di 86 kota IHK. Kenaikan tertinggi terjadi di Sitoli, 41% dan Lhokseumawe naik 37%. Sehingga pada bulan ini, daging ayam ras menjadi penyumbang utama untuk inflasi pada Juni 2020," jelasnya.

4. Inflasi Tarif Transportasi

Suhariyanto mengatakan, inflasi pada kelompok transportasi ini disebabkan oleh kenaikan pada beberapa transportasi. Misalnya pada tarif angkutan udara yang memberikan inflasi sebesar 0,02%.

"Kemudian transportasi pada Juni 2020 ini mengalami inflasi nomor 2 tertinggi yakni 0,41% dan berikan andil sebesar 0,05%. Kenaikan tarif angkutan udara memberikan inflasi 0,02%," ujarnya dalam telekonferensi.

5. Tarif Ojol

tarif angkutan antar kota juga memberikan andil pada inflasi. Tak hanya itu kenaikan pada tarif ojek online juga ternyata menjadi penyumbang inflasi.

"Kenaikan tarif angkutan antar kota dna tarif roda dua online yang masing-masing memberikan andil 0,01%," kata Kecuk.

Khusus untuk tarif angkutan udara ini terjadi di 24 kota. Adapun kenaikan tertinggi terjadi di Ternate dengan kenaikan harga hingga 20%.

"Kenaikan angkutan udara ini terjadi di 24 kota IHK misalnya kenaikan tertinggi di ternate naik 20%," kata Kecuk.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini