Luhut Kaget RI Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas, Begini Faktanya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 05 Juli 2020 09:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 04 20 2241284 luhut-kaget-ri-naik-kelas-jadi-negara-menengah-atas-begini-faktanya-nABzA7Whcf.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Bank Dunia menaikkan peringkat Indonesia dari negara berpendapatan menengah atau middle income country menjadi negara berpendapatan menengah ke atas atau upper middle income country pada 1 Juli 2020.

Kenaikan peringkat ini diberikan setelah kajian terkini Bank Dunia yang menunjukkan peningkatan pendapatan kotor nasional (growth national income atau GNI) per kapita, dari USD3.840 atau USD54,7 juta pada tahun 2019, menjadi USD4.050 atau Rp57,7 juta pada tahun 2020.

Baca Juga: Penjelasan Bank Dunia soal Indonesia Naik Kelas Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas

Berikut adalah fakta mengenai kenaikan peringkat Indonesia yang dirangkum Okezone, Minggu (5/7/2020):

1.Ketahanan Ekonomi Membaik

Kementerian Keuangan menyatakan, kenaikan status Indonesia dari lower middle income country menjadi upper middle income country merupakan bukti atas ketahanan ekonomi dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir.

"Hal tersebut juga merupakan buah kerja keras masyarakat dan Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Rahayu Puspasari dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Menko Luhut Bawa Kabar Baik: Indonesia Naik Kelas

2. Kepercayaan Investor Meningkat

Peningkatan status ini akan lebih memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia. "Pada gilirannya, status ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, memperbaiki kinerja current account, mendorong daya saing ekonomi dan memperkuat dukungan pembiayaan," katanya.

3. Satu Langkah Menuju Indonesia Maju

Kenaikan status ini juga merupakan tahapan strategis dan landasan kokoh menuju Indonesia Maju Tahun 2045. Untuk menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia, beberapa kebijakan yang perlu ditingkatkan antara lain memperkuat sumber daya manusia melalui pendidikan, program kesehatan, dan perlindungan sosial, membangun infrastruktur yang layak untuk menyokong mobilitas dan mendorong pembangunan, memperkaya inovasi dan teknologi dalam menjawab tantangan industri ke depan, memperbaiki kualitas layanan dan meningkatkan efisiensi proses bisnis serta menjaga APBN yang sehat sebagai kunci sukses menuju Indonesia Maju 2045.

4. Klasifikasi Bank Dunia

Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per kapita ini dalam empat kategori, yaitu berpendapatan rendah (1.035 dolar), berpendapatan menengah bawah (antara 1.036 – 4.045 dolar), berpendapatan menengah ke atas (antara 4.046 – 12.535 dolar) dan berpendapatan tinggi (di atas 12.535 dolar). Demikian seperti dikutip VOA Indonesia, Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Pengklasifikasian ini biasanya digunakan untuk kalangan internal Bank Dunia, namun kerap dirujuk secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional. Bank Dunia sendiri menggunakan klasifikasi ini sebagai salah satu faktor menentukan apakah suatu negara memenuhi syarat menggunakan fasilitas dan produk Bank Dunia, atau tidak.

5. Menko Luhut Kaget

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku terkejut dengan rilis terbaru dari Bank Dunia (World Bank). Di mana telah menaikan status Indonesia menjadi negara dengan pendapatan menengah ke atas (upper middle income).

"Saya sampaikan berita baik bahwa Indonesia diumumkam oleh World Bank telah naik dari lower middle income country menjadi upper middle income country," tutur Luhut, dalam launcing Bangga Buatan Indonesia, Rabu (1/7/2020).

Luhut pun terkejut dengan naiknya pendapatan orang Indonesia per tahun versi Bank Dunia tersebut. Pasalnya, informasi yang disampaikan tersebut di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.

"Saya cukup kaget melihat ini karena diumumkan saat keadaan ini," tuturnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini