Mulai Hari Ini, Bea Masuk Produk Indonesia ke Australia Jadi 0%

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 05 Juli 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 20 2241464 mulai-hari-ini-bea-masuk-produk-indonesia-ke-australia-jadi-0-CvvvDgUYG4.jpg Indonesia dan Australia Mulai Perjanjian IEU-CEPA. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Indonesia dan Australia menyepakati akses perdagangan antara kedua negara. Diharapkan Indonesia di Australia memanfaatkan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang mulai berlaku pada hari ini.

“Melalui IA-CEPA, seluruh bea masuk produk Indonesia ke Australia menjadi 0%,” tulis akun Intagram Kemendag yang dikutip Okezone, Minggu (5/7/2020).

Kemendag menjelaskan, IA-CEPA berbeda dari perjanjian perdagangan bebas pada umumnya. Cakupan perjanjian yang diatur dalam kemitraan ini sangat luas dan komprehensif.

Baca Juga: Covid-19 Ubah Pola Perdagangan, Tidak Bisa Tergantung Cara Konvensional

“Bahkan, IA-CEPA dirancang untuk membentuk economic powerhouse antara Indonesia dan Australia,” ujarnya.

IA-CEPA ini akan menciptakan kesempatan baru dan iklim investasi yang lebih kondusif serta menjadi stimulan, khususnya di sektor pendidikan kejuraan dan vokasional, pendidikan tinggi, pertambangan, rumah sakit, panti jompo, telekomunikasi, pariwisata, konstruksi, energi, pengelolaan air limbah, transportasi dan jasa profesional.

Baca Juga: Perjanjian Dagang IA-CEPA Mulai Berlaku 5 Juli

“Semoga implementasi IA-CEPA dapat berjalan dengan lancar dan membawa keuntungan bagi kedua negara,” tuturnya.

Sebelumnya, untuk mendorong potensi diaspora Indonesia dalam memanfaatkan peluang pasar ini, Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Sydney dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney menggelar webinar.

Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia Noviani Vrisvintati menyampaikan, melalui webinarini diharapkan dapat mendorong dan membuka wawasan para peserta dalam rangka pembinaan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang ekspor impor, khususnya untuk memanfaatkan skema IA-CEPA.

“Melalui implementasi IA-CEPA, kami berharap diaspora Indonesia di Australia dapat bekerja sama dengan pelaku usaha di Indonesia untuk memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutur Novi.

Konsul Jenderaldi Sydney Heru Subolo dalam sambutannya menyampaikan, skema IA-CEPA ditujukan untuk peningkatan akses pasar dan investasi di kedua negara. Beberapa produk yang potensial untuk ditingkatkan ekspornya ke Australia seperti otomotif, kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, elektronik, serta produk makanan.

Sebelumnya, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, sekarang ini pola perdagangan tidak boleh mengandalkan bisnis konvensional saja. Perlu dialihkan pada digital juga.

Di sisi lain, pandemi virus corona menunjukan bahwa pentingnnya peran kerjasama global. Di mana Indonesia ada keharusan untuk mengambil bagian komunitas global.

"Seperi sekarang kita incar perdagangan internasional dengan Uni Eropa. Perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), di mana sampai Februari kemarin kami sepakat menyelesaikan perjanjian Desember 2020, tapi ada kondisi saat ini," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini