Fakta-Fakta 7 Perusahaan Relokasi Pabrik ke RI yang Bikin Jokowi Senang

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 09:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 320 2241381 fakta-fakta-7-perusahaan-relokasi-pabrik-ke-ri-yang-bikin-jokowi-senang-gVl7iCyJpI.jpg Kawasan Industri Terpadu Batang. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia mempersiapkan diri untuk menyambut relokasi pabrik yang dilakukan sejumlah negara dari China. Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah pun siap menampung adanya relokasi pabrik dari China.

Untuk menarik minat investor tersebut, pemerintah menggratiskan lahan yang ada di kawasan industri Batang. Hal ini pun akan jadi momentum bagus atas hengkangnnya perusahaan asing dari China dan negara lainnya.

1. 7 Perusahaan Siap Relokasi Pabrik ke Indonesia

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sebanyak 7 perusahaan asing yang berasal dari Amerika Serikat, Jepang, Taiwan dan Korea Selatan memastikan akan merelokasi usahanya ke Indonesia. Hal ini menjadi momentum bagus di tengah pandemic Covid-19.

Upaya negosiasi dan fasilitasi yang dilakukan oleh BKPM pun mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat dirinya melakukan kunjungan kerjanya ke Kawasan Industri Terpadu Batang di Jawa Tengah.

2. Daftar 7 Perusahaan yang Siap Relokasi

Ketujuh perusahaan yang merelokasi investasi adalah Alpan Lighting (PT CDS Asia) dari Amerika Serikat, bidang usaha industri lampu dengan tenaga surya; Sagami Electric (PT Sagami Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri komponen elektronika, Denso (PT Denso Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri suku cadang kendaraan bermotor, Panasonic (PT Panasonic Manufacturing Indonesia) dari Jepang, bidang usaha industri barang elektronika.

Kemudian, Meiloon (PT Meiloon Technology Indonesia) dari Taiwan, bidang usaha industri speaker, audio dan video elektronik, Kenda Tire (PT Kenda Rubber Indonesia) dari Taiwan, bidang usaha industri ban; serta LG Electronics (PT LG Electronics Indonesia) dari Korea Selatan, bidang usaha industri perlengkapan elektronika.

3. Persiapan Indonesia

Pemerintah siapkan 4.000 hektar (Ha) lahan untuk dikembangkan menjadi Kawasan Industri Terpadu (KIT), Jawa Tengah. Dari 4.000 ha, fase pertama akan dikembangkan 450 hektare untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

Dukungan infrastruktur untuk kawasan tersebut juga sudah komplit karena terletak di sisi utara Tol Trans Jawa sudah disiapkan Jasa Marga dilalui jalur kereta api dan akan disiapkan oleh PT KAI untuk menjadi dry port, sedangkan PLN menyiapkan jaringan liatrik, saat ini PLTU Batang memiliki kapasitas 2x1.000 MW dan PLTS 50 MW.

4. Di KIT Batang, Lahan Gratis

Pemerintah siapkan 4.000 hektar (Ha) lahan untuk dikembangkan menjadi Kawasan Industri Terpadu (KIT), Jawa Tengah. Investor yang akan menanamkan modal usahanya di KIT pun tak perlu membeli tanah.

Khusus untuk menarik investor lebih banyak, KIT Batang akan menerapkan konsep baru. Para investor tidak perlu membeli lahan. Mereka bisa menyewa dalam jangka waktu panjang dengan melakukan kerjasama dengan Holding Perkebunan yang dikoordinasikan PTPN III.

"Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang ini merupakan kolaborasi antara BUMN dengan BKPM. Melalui PTPN III, kami yang akan membebaskan lahan sehingga tanah seluruh kawasan ini menjadi milik BUMN dan akan memudahkan serta meyakinkan kerjasama dengan investor yang datang untuk menanamkan modal dengan cara sewa lahan berjangka panjang," jelas Menteri BUMN Erick Thohir.

5. Menko Matangkan Persiapan Relokasi Pabrik dari China

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, pertemuan kali ini untuk membahas masalah ekonomi. Banyak hal yang akan dibicarakan untuk melakukan sinkronisasi semua pihak.

"Kami juga mempersiapkan fasilitas bagi investor khususnya untuk beberapa kawasan industri. Salah satunya yakni kawasan industri di Batang," ujar dia.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini