Opec Lanjutkan Pemangkasan Produksi, Harga Minyak RI Meroket USD11/Barel

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 05 Juli 2020 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 05 320 2241502 opec-lanjutkan-pemangkasan-produksi-harga-minyak-ri-meroket-usd11-barel-guMutqGvhN.jpg Opec Kembali Pangkas Produksi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada Juni 2020 meningkat dibandingkan Mei 2020. Hal ini pun mempengaruhi rata-rata ICP atau minyak mentah Indonesia.

Berdasarkan perhitungan Formula, ICP Juni 2020 naik sebesar USD11,01 per barel dari USD25,67 per barel menjadi USD36,68 per barel. Peningkatan juga dialami ICP SLC sebesar USD11,60 per barel, dariUSD 27,44 per barel menjadi USD39,04 per barel.

Baca Juga: Pengumuman, Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi USD36,6/Barel

Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, peningkatan harga minyak mentah utama internasional ini, antara lain disebabkan kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemangkasan produksi dengan angka penurunan sebesar 9,7 juta barrel oil per day (bopd) sampai dengan bulan Juli 2020.

"OPEC+ juga memastikan tingkat kepatuhan para anggotanya dalam mendukung pemangkasan produksi sesuai dengan kuota masing-masing negara," tulis Tim Harga, dalam keterangan Kementerian ESDM, Minggu (5/7/2020).

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Diterapkan USD42-USD45/Barel

Faktor lainnya adalah penurunan ekspor minyak mentah Rusia pada Juni 2020, mencapai angka terendah dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, IEA (International Energy Agency) melalui laporan bulan Juni 2020, memperkirakan permintaan minyak mentah di tahun 2020 sebesar 91,7 juta bopd, dengan peningkatan yang melebihi ekspektasi pasar yaitu sebesar 500 ribu bopd dibandingkan perkiraan bulan Mei 2020, yang dihasilkan dari peningkatan permintaan BBM di beberapa kota besar dunia yang telah kembali mencapai level permintaan di tahun 2019, seiring dengan pelonggaran kebijakan lockdown pada beberapa wilayah di dunia.

Lebih lanjut Tim Harga memaparkan, OPEC melalui laporan bulan Juni 2020, menyampaikan bahwa perkiraan produksi minyak mentah dari negara-negara Non OPEC di tahun 2020 sebesar 61,8 juta bopd, menurun sebesar 3,8 ribu bopd dibandingkan perkiraan bulan Mei 2020, seiring dengan penurunan produksi beberapa negara, seperti Rusia, Oman, Meksiko, Kazakhstan dan Azerbaijan.

"Disampaikan pula bahwa terjadi penurunan penggunaan oil rig di AS sebesar 71% (690 unit) selama tahun 2020, menjadi 279 oil rig, seiring dengan tidak diproduksikannya sumur-sumur minyak akibat rendahnya harga minyak, penurunan permintaan minyak dan keterbatasan tangki penyimpanan minyak mentah," tambah Tim Harga.

Kenaikan harga minyak mentah internasional juga disebabkan laporan Energy Information Administration (EIA) mengenai penurunan stok produk gasoline AS pada bulan Juni 2020 sebesar 2,5 juta barel menjadi sebesar 255,3 juta barel dibandingkan bulan Mei 2020.

Sebelumnya,  Harga minyak mentah Indonesia untuk Juni 2020 ditetapkan sebesar USD36,68 per barel atau mengalami kenaikan dibandingkan harga pada bulan sebelumnya USD25,67 per barel.

Harga tersebut berdasarkan surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 134 K/12/MEM/2020 tentang Penetapan Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2020.

"Harga rata-rata minyak mentah Indonesia untuk bulan Juni 2020 ditetapkan sebesar USD36,68 per barel," tulis Menteri ESDM Arifin Tasrif

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini