Penumpang KRL Membeludak, KAI Pertanyakan Jam Kerja

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 17:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 320 2242019 penumpang-krl-membeludak-kai-pertanyakan-jam-kerja-vJg07T28Xj.jpg Antrean Penumpang di Stasiun Bogor. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Antrean penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bogor sangat panjang pada pagi ini. Penumpang bahkan harus menunggu hingga satu jam untuk bisa naik ke dalam kereta.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menilai panjangnnya antrean masuk ke stasiun hingga peron kereta karena meningkatnya jumlah penumpang selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi. Masyarakat pun berbarengan ke stasiun untuk berangkat ke Jakarta dikarenakan jam kerjanya masih bersamaan.

Baca Juga: Jumlah Penumpang KRL pada Jam Sibuk Naik 7%

Untuk itu, Direktur Utama Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo meminta agar seluruh instansi, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan swasta mengatur jam kerja pegawainya agar kepadatan di KRL dapat dikurangi.

"KAI berharap seluruh pihak yang pegawainya berangkat kerja menggunakan KRL dapat mengatur kembali jam masuk kerja pegawainya sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 No 8 tahun 2020 atau melakukan pengaturan jam kerja shift pagi dan siang," ujar Didiek, dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

Antrean Panjang Penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor Capai 1 KM

Dengan adanya pengaturan jam kerja, maka pelayanan kepada pelanggan KRL di stasiun dan kereta akan lebih maksimal. Pelanggan juga nantinya tidak akan berlama-lama untuk antre di stasiun untuk masuk ke KRL karena kepadatan mulai terurai.

Baca Juga: Antrean Sejam, KAI Minta Maaf ke Pengguna KRL

Antrean tersebut tidak bisa dihindarkan karena dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19. Di mana pada masa PSBB Transisi, pengguna KRL harus mengantri dengan tertib dan teratur sebelum masuk ke peron. Sehingga mengurangi kenyamanan dan menambah waktu perjalanan untuk menuju tempat kerja.

"Antrean kami buat semata-mata untuk mematuhi kebijakan physical distancing baik di stasiun maupun di kereta dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19," ujar Didiek. (fbn)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini