Saran KAI ke Kemenhub, Kapasitas Angkut KRL Harus Ditingkatkan Jadi 60%

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 18:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 320 2242048 saran-kai-ke-kemenhub-kapasitas-angkut-krl-harus-ditingkatkan-jadi-60-c5t31sExtp.jpg Penumpang KRL. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menilai antrean panjang penumpang di stasiun saat jam sibuk atau pukul 06.00-08.00 bisa diurai dengan peningkatan kapasitas angkut Kereta Rel Listrik (KRL). Di mana saat ini kapasitas angkut KRL maksimal 45%.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, pihaknya berharap ada relaksasi terkait batas kapasitas angkut KRL dari Kementerian Perhubungan dimana sesuai SE DJKA No 14 Tahun 2020, diusulkan agar kapasitas KRL dapat ditingkatkan dari 45% menjadi 60% pada tahap selanjutnya setelah evaluasi dari berbagai pihak.

Baca Juga: Penumpang Lagi-Lagi Menumpuk, KRL Harus Bagaimana?

"Sejak ditetapkan kapasitas angkut maksimal 45% atau 74 pelanggan per kereta pada 8 Juni, KAI melalui KCI telah dengan baik mengantisipasi kepadatan di stasiun dan kereta dengan berbagai pengaturan protokol kesehatan yang ketat" ujar Didiek, dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

Apabila kapasitas ditingkatkan menjadi 60% atau sekitar 100 pelanggan per kereta, maka antrean di stasiun dapat dikurangi.

"Meski ada penambahan kapasitas angkut, protokol kesehatan tetap akan KAI jalankan dengan ketat dan tegas seperti yang sudah dilakukan sejak awal pandemi Covid-19 seperti disiplin memakai masker, baju lengan panjang, rutin cuci tangan, tidak memegang wajah, mata, dan mulut serta tidak berbincang-bincang selama di dalam kereta," ujarnya.

Baca Juga: Penumpang KRL Membeludak, KAI Pertanyakan Jam Kerja

Hal ini seiring meningkatnya jumlah pelanggan KRL dari hari ke hari dan masih tetap dibatasinya kapasitas KRL, maka kepadatan pada jam sibuk tidak dapat dihindari.

Seperti pada pagi hari ini, jumlah pelanggan KRL yang dilayani hingga pukul 10.00 tercatat ada 166.044 pelanggan KRL atau meningkat 7% dibanding periode yang sama pada Senin minggu 29 Juni 2020 sebanyak 155.555 pelanggan KRL.

Masyarakat masih berbarengan ke stasiun untuk berangkat ke DKI Jakarta dikarenakan jam kerjanya masih bersamaan. Kepadatan di stasiun terjadi pada jam sibuk yaitu jam 06.00 sampai 08.00 pada pagi hari.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini