RI Naik Kelas, Sri Mulyani Akui Masih Sulit Jadi Negara Maju

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 20 2242569 ri-naik-kelas-sri-mulyani-akui-masih-sulit-jadi-negara-maju-jEUe7A0lVF.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pastikan Indonesia akan sulit masuk dalam kelas negara high income country atau negara maju.

Hal ini dikarenakan Bank Dunia menaikkan peringkat Indonesia dari negara berpendapatan menengah (lower middle income country) menjadi negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country) yang berlaku mulai 1 Juli 2020.

" Memang kita naik ke upper middle income country tapi kita tidak berarti kita bisa naik hingga high income country. Karena banyak negara di dunia dalam kategori middle income ini enggak bergerak selama 3 dekade dan dia trap ke middle income trap," ujar Sri Mulyani dalam raker di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (7/7/2020)

Baca Juga: Tenang, Ada Jaminan Kredit Modal UMKM Rp100 Triliun hingga 2021 

Sri Mulyani melanjutkan Indonesia harus berusaha supaya tidak terjebak dalam kondisi upper middle income trap. Pasalnya di beberapa negara Asia sudah bisa keluar dari status negara berpendapatan menengah atas .

"Tapi banyak negara yang melewatinya kayak negara Singapura, Korea Selatan yang bisa accept high income country," jelasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani, Erick Thohir hingga Luhut Jadi Saksi Peluncuran Penjaminan Kredit UMKM 

Dia pun akan menggenjot daya saing usaha dan kualitas sumber daya manusia agar bisa terus menjadi negara maju. Adapun, hal ini seiring dengan permintaan Presdien Joko Widodo yang berharap jadi negara maju di tahun 2045.

" Apa yang pelru kita pelajari serta mempelajari sisi produktivitas daya saing. Kita harus melihat faktor pondasi dan produktivitas sumber daya manusia Indonesia. Termasuk kualitas infrastruktur adopsi dan inovasi," jelasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini