JAKARTA - Li Ziqi adalah seorang Youtuber asal China yang berhasil mempopulerkan kehidupan di desa. Selain itu, Wanita cantik ini pun viral karena mengunggah video mengenai sumber kehidupannya berasal dari pertanian.
Dirinya viral dengan memulai mengunggah video kehidupan sederhana di sebuah pedesaan di Provinsi Sichuan pada 2016. Sejak itu, Li Ziqi menjadi salah satu bintang sosial media terbesar di China.
Melansir Guardian, Jakarta, Selasa (7/7/2020), awal kariernya dimulai saat mengikuti microblogging Weibo, di mana mempunyai 22 juta pengikut. Sementara itu, di platform Douyin (sejenis TikTok versi China) mempunyai pengikut hingga 34 juta akun.
Baca juga: Keren! Olahan Limbah Kayu Tembus Pasar Korsel
Dalam dua tahun terakhir, dirinya mulai masuk ke Youtube. Di sini, Li mendapatkan pengikut hingga 8,3 juta.
Dirinya menjadi populer di Youtube dan mendapatkan penghasilan yang sangat tinggi. Pasalnya, dengan menampilkan kehidupan pedesaan tradisional, dirinya membantah bahwa Li menghasilkan 168 juta yuan atau USD24 juta per tahun.
Apa yang Dilakukan Li hingga Populer Tersebut?
Video Li, menekankan soal kehidupan pedesaan yang indah dikombinasikan dengan tradisi kuno. Bahkan, videonya diiringi musik seruling yang tenang dan damai.
Baca juga: Inspiratif, Ribuan Korban PHK Bercocok Tanam Aquaponik
Li pun membuat furnitur sendiri dari bambu hingga mewarnai pakaiannya dengan buah-buahan. Bahkan, kebutuhannya diambil dari alam, seperti membuat kecap dari kedelai yang ditanam hingga hidangan telur dari bebek peliharaannya.
Videonya pun menunjukan bagaimana cara masak di tengah alam terbuka, bahkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya.
Namun, apa yang dicapainya tidak seperti kehidupan Li Ziqi saat ini yang menjadi Youtuber dengan 8,3 juta subcriber. Kehidupannya terasa berat saat berusia 14 tahun.
Mengutip akun online shop-nya, Li Ziqishop, saat semua anak-anak di usianya pergi ke Sekolah Menengah, Li Ziqi harus putus sekolah. Bahkan, dirinya dan keluarganya harus melakukan pekerjaan yang keras untuk memenuhi kebutuhan.
Li tumbuh bersama kakek-neneknya di daerah pedesaan di provinsi Sichuan di China barat daya. Dia tinggal bersama mereka setelah ibu tirinya memperlakukannya dengan buruk.
Baca juga: Kim Kardashian, Lady Gaga hingga Vatikan Ternyata Pesan Mebel di Semarang
Ketika berusia 14 tahun, dia pergi ke kota untuk mencari pekerjaan, tetapi dia memutuskan untuk kembali ke pedesaan pada tahun 2012 untuk merawat neneknya.
Nasib tidak diperlakukan dengan baik, terutama dalam bertahan hidup. Dia berjuang keras untuk bertahan hidup, sempat kelaparan, tidur di gua di bawah jembatan, bekerja sebagai pelayan, tukang listrik, dan dia bahkan bekerja sebagai DJ di klub malam.
Kehidupan menjadi DJ mungkin merupakan awal perbaikan dalam hidupnya. Li Ziqi yang putus sekolah pun belajar mengedit dunia multimedia terutama video.