Maria Lumowa Ditangkap, BNI Apresiasi Penegak Hukum Ciduk Tersangka

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 320 2243841 maria-lumowa-ditangkap-bni-apresiasi-penegak-hukum-ciduk-tersangka-NYATShNucV.jpg Maria Pauline, si Pembobol Bank BNI. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) mengharapkan proses hukum yang menjerat Maria Pauline Lumowa, bisa diselesaikan hingga tuntas. Sebab, Maria menjadi tersangka utama kasus pembobolan BNI sebesar Rp1,7 triliun.

Corsec BNI Meiliana mengatakan, sebagai BUMN, perseroan mendukung upaya penegakan hukum dalam memberantas tindak pidana korupsi dan juga sangat mengapresiasi atas keberhasilan aparat penegak hukum dan instansi terkait dalam mengamankan Saundari MPL di Beograd-Serbia, yang merupakan salah satu tersangka utama kasus unpaid L/C tahun 2002-2003.

Baca Juga: Maria Pauline, si Pembobol BNI Diminta Balikin Duit Rp1,7 Triliun

"Dengan adanya penangkapan dan ekstradisi Sdri MPL dari Beograd-Serbia ke Indonesia oleh aparat penegak hukum dan instansi-instansi terkait, maka proses hukum atas Sdri MPL dapat dilanjutkan, dan tersangka dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku di Indonesia," tutur Meiliana, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/9/2020).

Buron 17 Tahun Maria Pauline Lumowa Tiba di Indonesia

Sementara itu, Staf khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, keberhasilan ekstradisi merupakan sebuah prestasi dari Menkumham.

Baca Juga: Maria Pauline Diekstradisi, MPR: Kejar Buronan Lainnya!

"Walaupun Serbia tidak memiliki hubungan ekstradisi di kita, tapi berhasil dibawa ke Indonesia. Ini hal yang kita lihat, hal yang besar ini prestasi yang dilakukan oleh teman-teman dari Kementerian Hukum dan Ham," ujar Arya.

Kementerian BUMN turut berterimakasih kepada Duta Besar Indonesia di Serbia. Kata dia, kedutaan banyak membantu proses penangkapan Marie Pauline. Karena itu, pihaknya mendukung langkah-langkah hukum saat ini.

Sebagai informasi, Maria Pauline bersama Adrian Waworuntu melakukan aksi pembobolan pada 2002-2003. Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai USD136 juta dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp1,7 triliun dengan kurs saat itu kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Buron 17 Tahun Maria Pauline Lumowa Tiba di Indonesia

Modus operandinya, PT Gramarindo menggunakan fasilitas kredit ekspor (L/C) dengan dokumen ekspor fiktif. Perusahaan itu menggunakan BNI sebagai advising/confirming bank. L/C tersebut fiktif karena perusahaan sama sekali tak melakukan ekspor BBM sesuai dokumen tapi malah menerima pembayaran.

"Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor," ujar Yasonna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini