Mengintip 10 Supermarket Kelas Kakap Dunia, Ada yang Berdiri Sejak 1929

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 320 2246374 mengintip-10-supermarket-kelas-kakap-dunia-ada-yang-berdiri-sejak-1929-bL7Go78ld7.jpg Ritel (reuters)

JAKARTA - Jaringan supermarket terbesar di dunia kini terus mencari inovasi untuk mempertahankan daya saingnya. Terutama di tengah gempuran bisnis online yang semakin masif.

Namun, di luar soal inovasi, dari segi kepemilikan pun sejumlah jejaring supermarket besar saat ini tetap dikendalikan oleh jaringan keluarga. Hal ini terlihat dari sejarahnya mereka.

Mengutip dari Koran Sindo, Selasa (14/7/2020), ada 10 rantai supermarket teratas secara global berdasarkan jumlah lokasi yang dimiliki.

 Baca juga: Mengerikan, 6 Perusahaan Ini Akan Tutup Ribuan Tokonya

1. SPAR (Belanda)

Adrian van Well pertama kali meluncurkan toko SPAR pertama di Belanda sebagai DESPAR pada 1932. DESPAR adalah akronim untuk slogan yang diciptakan oleh Well: Door Eendrachtig Samenwerken Profiteren Allen Regelmatig.

Berkantor pusat di Amsterdam, SPAR adalah jaringan supermarket terbesar di dunia berdasarkan jumlah lokasi yakni 12.777 tempat, melayani 13,5 juta pelanggan sehari di 48 negara. Pada 2017 pendapatan perusahaan mencapai USD40 miliar.

SPAR memiliki 12.777 titik atau toko dengan jumlah karyawan 350.000 karyawan.

 Baca juga: Rugi Besar, Zara Pilih Jualan Online

2. Walmart (Amerika Serikat)

Walmart memulai operasinya pada 1962, ketika Sam Walton membuka toko pertama di Rogers, Arkansas. Setelah berdiri di 24 lokasi, perusahaan pada 1969 bergabung dalam Wal-Mart Stores, Inc. Walmart diperdagangkan secara publik pada 1970, dengan penjualan sahamnya USD16,50 per saham.

Pada 1991, perusahaan mengglobal melalui usaha patungan dengan perusahaan ritel Meksiko Cifra. Hari ini Walmart beroperasi di 27 negara dan memiliki 11.088 tokok dengan 2,3 juta karyawan.

3. ALDI (Jerman)

Jaringan supermarket ALDI didirikan oleh saudara-saudara Karl dan Theo Albrecht pada 1946 setelah mereka mengambil alih toko ibu mereka yang beroperasi sejak 1919. Perusahaan terbagi menjadi dua bagian pada 1960, yang kemudian bernama ALDI Nord dan ALDI Sud.

Perusahaan mulai berekspansi secara internasional pada 1967 dengan mengakuisisi Hofer. ALDI kemudian melakukan ekspansi ke Belanda pada 1973. Perusahaan ini sudah memiliki 10.366 toko dengan 162.579 karyawan.

 Baca juga: Manfaatkan Teknologi, Ini Sederet Keuntungan Warung Kecil

4. Carrefour (Prancis)

Berkantor di pusat di Boulogne-Billancourt Prancis, Carrefour didirikan oleh keluarga Fournier, Badi dan Defforey pada 1959. Carrefour menjadi pengecer terbesar di Eropa setelah merger dengan grup ritel Promodes pada 1999. Pendiri Promodes melepaskan kepemilikan mereka di bisnis ini pada 2008.

Hari ini Carrefour mengoperasikan 30 negara dan sebagian besar besar berinovasi dengan konsep hypermarket. Carrefour sendiri hingga saat ini sudah memiliki 10.103 toko dengan 378.923 karyawan.

5. Lidl (Jerman)

Pada 1973, toko kelontong Lidl modern pertama dibuka di Ludwigshafen sekitar 25 mil selatan Frankfurt. Pada era tahun 1990-an, perusahaan melakukan ekspansi di seluruh Eropa.

Pada 2000-an Lidl telah memantapkan dirinya sebagai pengecer terkemuka di Inggris dan merambah Amerika Serikat pada 2017. Saat ini Lidl sudah beroperasi di 27 negara dengan pendapatan USD28,2 miliar. Perusahaan ini sudah memiliki 10.000 toko dengan 315.000 karyawan.

6. Penny Market (Jerman)

Didirikan pada 1973 oleh Leibbrand Gruppe, Penny Market diakuisisi oleh Grup Rewe pada 1989. Berkantor pusat di Cologne, Penny adalah salah satu pengecer diskon terkemuka di Eropa dengan lokasi tersebar di Austria, Italia, Rumania, Republik Ceko, Bulgaria, dan Hongaria. Penny Market memiliki 3.580 toko dengan 48000 karyawan.

7. CBA (Hongaria)

 

CBA didirikan oleh Laszlo Baldauf pada 1992, perjalanan CBA dimulai dengan 10 investor swasta ketika perusahaan mengakuisisi 17 toko grosir di Hongaria. Hari ini CBA memiliki jaringan yang tersebar di Bulgaria, Lithuania, Republik Ceko, Kroasia, Hongaria.

CBA saat ini sudah memiliki 5.200 toko dan 30.00 karyawan.

8. BIM (Turki)

BIM memiliki kantor pusat di Istanbul. BIM mengoperasikan toko ritel yang menawarkan barang-barang makanan dan barang-barang konsumen. Perusahaan ini didirikan pada 1995 dan saat ini tersebar di beberapa negara yakni Turki, Maroko dan Mesir.

Saat ini BIM sudah memiliki toko sebanyak 6.122 titik toko dengan 41.993 karyawan.

9. Ahold Delhaize (Belanda)

Pada 1867, saudara-saudara Delhaize membuka bisnis grosir kelontong yang dikelola oleh keluarga di Belgia. Dua puluh tahun kemudian di Belanda, Albert Heijn dan istrinya membuka toko kelontong kecil di Kota Ostzaan yang menjadi cikal bakal Ahold. Saat ini Ahold sudah memiliki 6637 toko dengan 370.000 karyawan.

10. Tesco (Inggris)

Pada 1919, Jack Cohem mulai menjual bahan makanan surplus di East End of London. Dia kemudian bekerjasama dengan Pemasok TE Stockwell dengan menawarkan merek mereka sendiri bernama Tesco. Pada 1929, toko Tesco pertama telah dibuka, menawarkan barang-barang kering di London Utara. Tesco saat ini sudah memiliki 6.800 toko dengan 445.311 karyawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini