Qantas Airways Tutup Semua Rute Penerbangan Internasional hingga Maret 2021

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 18:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 320 2246947 qantas-airways-tutup-semua-rute-penerbangan-internasional-hingga-maret-2021-vQI2oSEH8G.jpg Qantas (Reuters)

JAKARTA - Maskapai penerbangan utama Australia, Qantas Airways telah menghapus semua rute penerbangan internasional hingga Maret 2021. Menyusul pandemi virus corona membuat perjalanan lewat udara terhambat.

Maskapai induk Australia ini hanya akan mempertahankan beberapa penerbangan ke Selandia Baru. Menurut informasi yang tertulis di situs web Executive Traveller pada minggu ini, penerbangan ke Selandia Baru masih akan diterbangkan hingga pertengahan Agustus tahun ini saja.

 Baca juga: Maskapai Australia Qantas PHK 6.000 Karyawan

Namun yang pasti, sudah tidak ada pesanan baru yang dapat dilakukan hingga Maret tahun depan. Penerbangan yang dipesan sebelumnya belum dibatalkan, tetapi tidak ada pemesanan baru yang dapat dilakukan, seperti dikutip halaman CNBC, Rabu (15/7/2020).

Ketika kebijakan lockdown di tengah pandemi corona terjadi hampir di seluruh dunia, Qantas sejak bulan Maret lalu telah menangguhkan semua penerbangan internasional hingga Oktober tahun ini.

 Baca juga: Juni, Qantas Bukukan Laba USD377 Juta

Ketika kebijakan lockdown di tengah pandemi corona terjadi hampir di seluruh dunia, Qantas sejak bulan Maret lalu telah menangguhkan semua penerbangan internasional hingga Oktober tahun ini. Namun hal tersebut kemudian diperpanjang oleh pihak maskapai hingga tahun depan.

"Saya tidak melihat memulai kembali substansial dalam layanan penerbangan hingga setidaknya Juli tahun depan," ujar CEO Qantas Airways Alan Joyce

 Baca juga: British Airways Batal Merger dengan Qantas

Sebagai informasi, Maskapai ini mengumumkan pada bulan Juni bahwa mereka akan segera pensiunkan enam pesawat Boeing 747, enam bulan sebelum awalnya direncanakan, dan memangkas 20% stafnya. Ini juga menerbangkan armada double decker Airbus A380 - jet berbadan lebar yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh - selama tiga tahun ke depan, tulis Conde Nast.

Harga saham maskapai telah jatuh lebih dari 50% tahun ini, diperdagangkan pada USD3,49 per saham pada pukul 10 pagi waktu ET, pada hari Selasa, turun 0,57% dari hari sebelumnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini