Bos BI Sebut Turis China Ngebet Liburan ke Bali

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 320 2247874 bos-bi-sebut-turis-china-ngebet-liburan-ke-bali-FfNi7uPN1J.jpg Foto: Freepik

JAKARTA - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, kini sektor pariwisata mulai berbenah dan membuka kegiatan pariwisata dengan protokol kesehatan yang ketat di era new normal.

Para pemerintah daerah pun mendorong para pelaku usaha sektor pariwisata untuk disiplin dalam menerapkan kebijakan ini.

Baca Juga: Adaptasi Kebiasaan Baru, Kemenparekraf Lengkapi Fasilitas Destinasi Wisata di Bali 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, warga China saat ini sudah sangat ingin berlibur ke tempat pariwisata yang di Indonesia. Salah satunya adalah di Bali yang saat ini menjadi tempat pariwisata yang masih diminati turis.

"Saat ini sudah banyak untuk pendekatan berkeinginan wisata kayak di Bali itu diminati oleh warga China," kata Perry dalam video virtual di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Perry melanjutkan, pemerintah saat ini tengah menyusun protokol kesehatan. Pasalnya banyak yang ingin berwisata tapi masih takut dengan adanya virus covid-19. Adapun saat ini beberapa negara sudah menerapkan new normal lifestyle.

"Minat ke Bali itu udah meningkat tapi masyarakat masih takut. Sekarang kayak Thailand menerapkan new normal dan lifestyle," katanya.

Baca Juga: Pulihkan Industri Pariwisata, RI Ajak Turis Working from Bali 

Menurutnya, saat ini mobilitas manusia dan ekonomi aktivitas dunia usaha terbatas. Hal ini perlu dilakuka langkah kongkrit yang harus mitigasi ke sektor keuangan dan pasar keuangan.

" Jadi pandemi virus covid itu adalah gotong royong dan sinergi itulah kunci menghadapi virus covid-19," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/ Baparekraf) terus berupaya melengkapi dan menyempurnakan fasilitas destinasi wisata di Bali. Hal ini untuk menyambut wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru. Salah satu upayanya dengan program Bali Rebound yang digelar di Badung, Bali, pada 7-15 Juli 2020.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan program Bali Rebound merupakan inisiasi dari Kemenparekaf untuk membangun kembali pariwisata di Bali. Karena keunikan destinasi di Bali masih menjadi daya tarik utama pariwisata Indonesia.

Program Bali Rebound diselenggarakan di 4 kawasan destinasi favorit di Badung, Bali, antara lain Nusa Dua, Pantai Kuta, Pantai Pandawa, hingga Uluwatu. Untuk kawasan Nusa Dua, acara tersebut dilakukan di Water Blow, Art Bali, Bali Collection Shopping Center, pantai Bengiat dan Pantai Samuh.

“Program ini memberikan dampak positif secara menyeluruh. Lokasinya memang berada di Badung, tapi sudah sangat mewakili pariwisata Pulau Dewata. Lebih menggembirakan, semua elemen ini bersatu dan memberikan _support_ penuh. Kami juga memberikan dukungan berupa penyempurnaan fasilitas dan amenitas di destinasi pariwisata Bali,” kata Hari seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Jumat (17/7/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini