Perkuat Modal UMKM, Bank BUMN Pacu Penyaluran Kredit Digital

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 17 Juli 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 17 320 2248048 perkuat-modal-umkm-bank-bumn-pacu-penyaluran-kredit-digital-j8v6ukFczU.jpeg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus berinovasi untuk mendukung sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Terkait hal itu, Bank Mandiri menyiapkan solusi pembiayaan yang cepat dan aman melalui kerjasama dengan sejumlah platform e-commerce dan teknologi finansial (tekfin) peer to peer (P2P) untuk memperkuat permodalan pelaku UMKM dan memitigasi dampak pandemi covid-19.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Donsuwan Simatupang, penyaluran kredit via platform digital yang telah diinisasi perseroan sejak 2018 merupakan salah satu inovasi strategi bisnis yang diterapkan untuk mendukung pencapaian keinginan Bank Mandiri menjadi modern digital bank di tanah Air.

 Baca juga: Karakter Petani Sukses, Kalau Gagal Bangkit Kembali

"Sebagai bentuk dukungan pada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah, kami siap meningkatkan penyaluran kredit digital secara channeling ini dengan merangkul lebih banyak lagi platfom online," kata Donsuwan di sela-sela launching Program Digital Lending UMKM (Digiku) di Jakarta, Jumat (17/7/2020).

Dia menjelaskan, inisiatif Bank Mandiri melakukan channeling dengan e-commerce dan tekfin P2P juga dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membuka target pasar baru, yaitu pelaku usaha yang secara size business sudah layak, namun belum bankable.

 Baca juga: Gubernur BI Ungkap Fakta Mengejutkan, Minat Wisata ke Bali Naik 60%

"Nah ini merupakan strategi untuk memitigasi risiko dimana mitra platform digital menjadi refferal calon debitur," katanya.

Selain itu, tambah Donsuwan, pemanfaatan teknologi informasi terkini oleh e-commerce maupun tekfin dalam penyediaan alternatif data sangat membantu perbankan untuk pengembangan scoring kredit yang customized sesuai dengan karakteristik target market UMKM yang beragam dan untuk menyesuaikan diri dengan ekosistem ekonomi digital.

"Jadi meskipun dilakukan secara online, kami tetap memastikan bahwa pembiayaan model non tradisional ini akan memenuhi prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik (GCG)," katanya.

Donsuwan mengungkapkan, kolaborasi ini akan membuat industri perbankan lebih cepat beradaptasi pada perubahan di luar, seperti semakin berkembangnya bisnis model economic sharing.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini