Penerimaan Negara Sektor Minerba Turun 20% Terinfeksi Covid-19

Robert Fernando H Siregar, Jurnalis · Sabtu 18 Juli 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 320 2248337 penerimaan-negara-sektor-minerba-turun-20-terinfeksi-covid-19-wInUszryo7.jpg Target PNBP dari Sektor Minerba Diprediksi Turun 20% Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

MEDAN - Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada sektor mineral dan batu bara (Minerba) diprediksi mengalami penurunan sekitar 20% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2020.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Prof Irwandy Arif menerangkan, sektor minerba berdampak pandemi Covid-19 pada Juni hingga Desember 2020. Kondisi itu mengakibatkan penurunan penjualan 20%.

Baca Juga: Bisnis Tergerus Covid-19, Pengusaha Pelayaran Tagih Stimulus

"Kalau tahun 2019, PNBP sektor minerba memenuhi target APBN sebesar Rp43,2 triliun, namun untuk target APBN 2020 akan mengalami penurunan sekitar 20% atau realisasi sebesar Rp37 triliun. Hal ini diakibatkan pandemi Covid-19 hingga terjadinya penurunan penjualan," ungkap Irwandy Arif, pada kegiatan Journalists Zoom Sessions, Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2020).

Batu bara

Guru Besar Institusi Teknologi Bandung itu menyebut, sektor minerba di Indonesia masih mempunyai cadangan yang sangat besar, di antaranya cadangan emas Indonesia masuk dalam peringkat 5 dunia atau sebesar 2.600 ton.

Baca Juga: Hitung-hitungan PNBP Minerba di Tengah Covid-19

"Sektor minerba menjadi sektor diantara sektor PNBP yang harus ditata dengan baik. Untuk memenuhi target PNBP, pemerintah telah mengeluarkan undang-undang nomor 3 tahun 2020,"terang Ketua Indonesian Mining Institute itu.

Sementara itu, Managing Director Petromindo Alexander Ginting menjelaskan, Sumatera Utara memiliki banyak potensi minerba. Namun anehnya, minim investasi pertambangan mineral dan batu bara.

"Penyebab minim investasi Minerba, diakibatkan iklim investasi kurang kondusif. Permasalahan sosial yang semakin meningkat serta perizinan kehutanan yang rumit,"sebut Alexander Ginting.

Alexander mengutarakan, sumut memiliki potensi minerba, baik berskala kecil maupun besar. Selain pertambangan, daerah ini memiliki sedikitnya 35 pembangkit listrik tenaga air berskala kecil serta berskala besar. Lalu, pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Baca Juga: PNBP April Tumbuh 21,7% Ditopang BLU hingga Kekayaan Negara yang Dipisahkan

Pertambangan

"Keberadaan pembangkit listrik di Sumut, telah mampu memenuhi energi listrik untuk rumah tangga maupun industri. Potensi Minerba di daerah ini diharapkan kedepan dapat meningkatkan ekonomi masyarakatnya,"ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini