Dia menjelaskan, pihaknya memutuskan untuk melalukan utang karena untuk menambah anggaran belanja negara yang digunakan untuk pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.
"Kalau utangnya membuat infrastruktur kita menjadi baik, ya tidak ada masalah. kalau enggak utang berarti kita menunda semua kebutuhan infrastruktur, untuk masalah pendidikan dan kesehatan. Jadi anak-anak menjadi kurang gizi, tidak sekolah dan miskin," ujarnya.
Baca Juga: Biaya Penanganan Covid-19 Bikin Utang Pemerintah Melonjak
Sebagai informasi, utang luar negeri (ULN) Indonesia meningkat pada Mei 2020. Tercatat ULN sebesar USD404,7 miliar atau naik 4,8% dibandingkan April 2020 sebesar USD400,2 miliar.
Bank Indonesia mencatat tumbuhnya utang dipengaruhi oleh transaksi penarikan neto ULN, baik ULN pemerintah maupun swasta. Selain itu, penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga berkontribusi pada peningkatan ULN berdenominasi Rupiah.
(Feby Novalius)