Pemerintah Tarik Utang Rp421,5 Triliun dalam 6 Bulan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 20 2249584 pemerintah-tarik-utang-rp421-5-triliun-dalam-6-bulan-aIsjC7OfvF.jpg Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4,8%. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembiayaan anggaran hingga Juni 2020 mencapai Rp416,18 triliun (40,05% dari pagu APBN-Perpres 72/2020).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, belanja anggaran bersumber dari pembiayaan utang sebesar Rp421,55 triliun yang terdiri dari realisasi Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp430,40 triliun dan realisasi pinjaman (neto) sebesar negatif Rp8,85 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Fakta, Seluruh Negara di Dunia Juga Berutang

"Pembiayaan utang sebesar Rp421,55 triliun yang terdiri dari realisasi Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp430,40 triliun dan realisasi pinjaman (neto) sebesar negatif Rp8,85 triliun," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (20/7/2020).

Dia melanjutkan, pemerintah berhasil memperkokoh posisi Indonesia di pasar keuangan syariah global, sejalan dengan strategi pembiayaan tahun 2020 termasuk untuk mengakomodir kebutuhan pembiayaan penanganan dampak Covid-19, melalui penerbitan Sukuk Global senilai USD2,5 miliar dengan oversubscribe sebesar 6,7 kali.

"Penerbitan Sukuk Global dilakukan dengan menerapkan strategi oportunistik, yaitu dengan memanfaatkan timing yang tepat sehingga mendapatkan biaya yang efisien dengan kupon rendah," katanya.

Baca Juga: Utang RI Tembus Rp5.868 Triliun, Sri Mulyani: Tak Usah Pakai Nada Benci dan Kasar

Dia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk menempatkan APBN sebagai instrumen fiskal untuk melindungi masyarakat dan perekonomian Indonesia, memproyeksikan angka defisit melebar di angka 6,34% terhadap PDB.

"Hal ini perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan belanja prioritas penanganan Covid-19, termasuk di dalamnya untuk pemulihan ekonomi nasional dengan tetap mengedepankan prinsip prudent, akuntabel dan transparan," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini