Pembubaran 18 Lembaga Negara Jangan Sampai Rugikan PNS

Dita Angga R, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 18:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 320 2250529 pembubaran-18-lembaga-negara-jangan-sampai-rugikan-pns-jjORdHNrri.jpg Ilutsrasi: PNS (Foto: Setkab)

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional Zudan Arif Fakrullah mengatakan bahwa pembubaran lembaga adalah langkah untuk mempercepat reformasi birokrasi. Namun Zudan mengingatkan bahwa salah satu unsur pentingnya adalah para birokrat atau aparatur sipil negara (ASN).

“Nah mereka itu dulu masuk ke lembaga itu karena diminta oleh negara atau diadakan oleh negara dalam bentuk pengadaan CPNS. Oleh karena itu penataan kelembagaan ini tidak boleh merugikan keberadaan para ASN,” katanya saat dihubungi, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga: PNS Terdampak Perampingan Bakal Dapat Uang Tunggu, Ada Syaratnya

Dia mengatakan jika ada pembubaran lembaga maka akan lebih baik jika para ASN diberikan pilihan. Salah satunya pilihan untuk menentukan instansi baru yang akan menampung ASN tersebut.

“Misalnya diberikan pilihan kamu mau pindah ke mana. Misalnya yang pisah dengan suami istri, beda daerah gitu ya, saya mau pulang kampung saja ikut suami ke Yogja. Dia pindah jadi PNS Yogja tapi tidak boleh menuntut jabatan. Menjadi pejabat fungsional dulu sebagaimana desain Pak Jokowi,” tuturnya.

Kemudian ASN seharusnya juga bisa diberi keleluasaan untuk memilih instansi yang sesuai dengan latar keilmuannya. Zudan menekankan bahwa penempatan ASN pasca pembubaran suatu lembaga harus dilakukan secara tepat dan juga humanis.

Baca Juga: Ternyata, 18 Lembaga yang Dibubarkan Jokowi Beda dengan Usulan Kemenpan RB

Beri pilihan-pilihan. Jadi penempatan ini sifatnya yang humanistik. Jadi jangan dihajar ya mau begitu, kalau tidak mau ya mengundurkan diri saja. Tidak. Sudah saatnya dalam kondisi seperti ini, kita memberikan pendekatan dengan pendekatan manajemen yang humanistik,” ungkapnya.

Zudan menekankan di tengah kondisi pandemi covid-19 saat ini pemerintah harus menggunakan pendekatan yang luar biasa. Apalagi jika dipindah ke instansi baru semua ASN butuh adaptasi.

“Ini kan kondisi sedang sulit ya. Sedang covid-19. Gunakan pendekatan extraordinary. Jangan pendekatan yang biasa-biasa saja ditempuh,” pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini