Share

Mantul, 31% Pengusaha Milenial Pakai Model Bisnis Baru di Era Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 320 2251033 mantul-31-pengusaha-milenial-pakai-model-bisnis-baru-di-era-covid-19-170ZT1UNiA.jpg Milenial (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) mencatat terdapat 31% para wirausaha menggunakan model bisnis baru saat pandemi Covid-19. Para wirausaha tersebut adalah anak-anak muda berusia 16-35 tahun atau biasa disebut milenial.

Baca Juga: Curhatan Jokowi: Bapak Ibu Sarapan Nasi Goreng, Saya Sarapan Angka 

Kepala Agenda Regional Asia Pasifik, WEF Joo-Ok Lee mengatakan, model baru yang digunakan kalangan wirausaha muda tersebut dengan memanfaatkan internet atau teknologi baru. Model bisnis itu, kata Lee, untuk mempertahankan bisnis mereka pada saat pandemi Covid-19 berlangsung. Catatan itu merupakan hasil survei WEF yang baru saja dirilis pada Kamis (23/7/2020).

Lee menyebut setidaknya terdapat 68.574 responden anak muda yang berasal dari enam negara anggota ASEAN yang dilibatkan dalam survei itu.

“Laporan ini menganalisa tantangan yang dihadapi kelompok muda ASEAN selama periode pembatasan sosial dan mengeksplorasi bagaimana mereka bereaksi terhadap disrupsi atau gangguan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19,” ujar Joo-Ok Lee dalam Webinar peluncuran hasil survei WEF.

Baca Juga: Penanganan Corona Jadi Kunci RI Menuju Ekonomi Terbesar ke-5 Dunia 

Dalam survei itu, sebanyak 31% anak muda menggunakan bisnis model yang baru untuk meningkatkan pendapatan. Sementara, ada 64% responden pelajar dan mahasiswa mengatakan mereka menggunakan internet sebagai alat belajar lebih aktif selama pandemi Covid-19.

Lee juga mengatakan, dalam kondisi pandemi keberadaan internet dan infrastruktur digital sangat dibutuhkan, khususnya untuk menjalankan model bisnis baru. Karena itu, pemerintah dari negara-negara anggota ASEAN perlu mengadakan infrastruktur digital yang cepat dan murah.

Anak muda, lanjut Lee, selain menerapkan bisnis baru. Selama pembatasan sosial berlangsung akibat pandemi, mereka juga memanfaatkan internet untuk mengebangkan ketrampilan baru mereka, berpikir kreatif, dan belajar hal-hal baru.

"Dengan bekerja dan belajar jarak jauh selama periode pembatasan sosial, mereka juga menunjukkan kemampuan untuk adaptasi terhadap tantangan baru dengan secara signifikan meningkatkan adopsi digital, belajar keterampilan baru, berpikir secara kreatif dan membangun model bisnis yang baru,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini