Wall Street Loyo Usai Aksi Jual Saham Teknologi

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 07:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 278 2251299 wall-street-loyo-usai-aksi-jual-saham-teknologi-eXZJEMehN9.jpg Wall Street. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berada di zona merah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat. Investor meninggalkan saham perusahaan teknologi terkemuka, karena laporan pendapatan yang beragam dan tanda meningkatnya pandemi corona dapat memperburuk resesi ekonomi yang dalam.

Aksi jual saham meningkat setelah kelompok pengawas teknologi melaporkan bahwa Apple Inc (AAPL.O) sedang menghadapi penyelidikan perlindungan konsumen di berbagai negara. Indeks S&P 500 pun tergelincir lebih dari 1%, sehingga menghentikan kenaikan beruntun dalam empat hari ini.

Baca Juga: Wall Street Naik Sambut Laporan Kuartalan Emiten

Dow Jones Industrial Average turun 353,51 poin atau 1,31% menjadi 26.652,33. S&P 500 kehilangan 40,36 poin atau 1,23% menjadi 3.235,66. Sedangkan Nasdaq Composite turun 244,71 poin atau 2,29% menjadi 10.461,42.

Wall Street

Rata-rata melemahnya saham utama AS tersebut karena jatuhnya saham Apple, Microsoft Corp (MSFT.O) dan Amazon (AMZN.O). Apple mengakhiri sesi turun 4,6%. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (24/5/2020).

Dari 11 sektor utama pada indeks S&P 500, delapan ditutup di zona merah, dengan saham teknologi mencatat penurunan terbesar. Musim pelaporan kuartal kedua berjalan lancar, dengan 113 konstituen S&P 500 telah melaporkan bahwa 77% telah mengalahkan ekspektasi yang sangat rendah.

Baca Juga: Wall Street Menguat Usai Uni Eropa Sepakati Dana Stimulus Pemulihan Ekonomi

Microsoft Corp (MSFT.O) turun 4,3%, setelah bisnis cloud computing Azure mengalami penurunan untuk pertama kalinya hingga 50%. Selain itu, saham Tesla Inc (TSLA.O) turun 5,0% karena analis mempertanyakan apakah harga saham produsen mobil listrik cocok dengan kinerjanya.

American Airlines Group Inc (AAL.O) melonjak 3,7% setelah mengumumkan akan kembali menambah jumlah penerbangan pada Agustus dan September. Juga melaporkan kerugian yang disesuaikan per saham sebesar USD7,82.

Twitter Inc (TWTR.N) naik 4,1% setelah melaporkan pertumbuhan pengguna harian tahunan tertinggi..

Investor juga mencerna data Departemen Tenaga Kerja, di mana tercatat kenaikan klaim pengangguran AS yang tak terduga sebanyak 1,416 juta. Jumlah tersebut tidak termasuk penerima Pandemi Unemployment Assistance, yang akan berakhir pada 31 Juli.

Selain itu, kekhawatiran juga muncul terhadap total kasus virus korona AS yang mencapai 4 juta pada Kamis, dengan rata-rata hampir 2.600 kasus setiap jam. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini