Uji Vaksin Sinovac, Bio Farma: Ini Pencegahan Bukan Obat Corona!

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 320 2251386 uji-vaksin-sinovac-bio-farma-ini-pencegahan-bukan-obat-virus-corona-lSOvAuMU82.jpg Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad Uji Klinis Vaksin Sinovac. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Sinovac Biotech menemukan vaksin virus corona yang telah lolos uji klinis fase pertama dan kedua. Vaksin buatan perusahaan China tersebut akan dilanjutkan ke tahap pengujian terakhir yang dilakukan di Indonesia, Brazil, Bangladesh dan Chile.

Head of Corporate Communication PT Bio Farma (Persero) Iwan Setiawan mengatakan, Bio Farma menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran dalam menguji vaksin Sinovac ke dalam tahap fase ketiga. Nantinya, bila vaksin dinyatakan berhasil, maka kerjanya hanya untuk mencegah Covid-19 masuk ke dalam tubuh manusia yang sehat.

Baca Juga: Ada Sesuatu yang Bikin Bio Farma Kepincut Vaksin Covid-19 Made in China

“Ketika diberikan vaksin, tubuh kita akan merespons menjadi antibodi yang akan melawan ketika dia diserang Covid-19. Secara umum cara kerja vaksin seperti itu. Jadi ini pencegahan bukan obat,” kata Iwan kepada Okezone, Jumat (24/7/2020).

Dia menjelaskan, secara sederhana yang dimaksud dengan vaksin itu adalah sebuah virus yang sudah dijinakkan dengan melalui berbagai tahapan pengujian. Sehingga, tatkala tubuh seseorang diserang oleh Covid-19, maka badannya sudah mengenalinya dan langsung melawan dengan antibodi yang sudah terbentuk setelah menggunakan vaksin.

Baca Juga: Harap Sabar, Uji Klinis Vaksin Corona China Makan Waktu 6 Bulan

“Vaksin itu ketika dimasukkan ke dalam tubuh, nanti tubuh ini akan merespon dengan terbentuknya antibody. Sehingga ketika ada virus yang benerannya masuk, maka tubuh akan mengenali dan melawannya dengan antibodi yang ada di dalam tubuh kita,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT Bio Farma menerima pasokan vaksin dari Sinovac sebanyak 2.400 vaksin. Nantinya, pengujian vaksin ini dilakukan ke 1.620 subjek dengan rentang usia 18-59 tahun dan dengan kondisi tertentu. Kemudian, sisanya akan digunakan untuk uji lab di beberapa lab lain di Bio Farma dan Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN).

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini