Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Sri Mulyani Kenang Syair Terbangnya Burung 1994 Karya Sapardi Djoko

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Minggu, 26 Juli 2020 |14:31 WIB
Cara Sri Mulyani Kenang Syair Terbangnya Burung 1994 Karya Sapardi Djoko
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA - Kepergian sastrawan Sapardi Djoko Damono masih meninggalkan duka. Lewat syairnya bertajuk 'Terbangnya Burung (1994)', Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menyampaikan rasa kagumnya.

"Bagi Saya, puisi ini memiliki makna yang dalam mengenai pengabdian keikhlasan dan ketulusan, suatu hal yang hanya bisa tercapai apabila manusia telah selesai dengan dirinya sendiri," ujar Sri Mulyani lewat akun Instagram @smwindrawati dikutip pada Minggu (26/7/2020).

Baca Juga: Irfan Hakim Sematkan Puisi 'Aku Ingin' Sapardi Djoko Damono di Skripsi

Sri Mulyani menuturkan bahwa rasa kagumnya terhadap almarhum. Menurut dia, sosok Sapardi sangat luar biasa, karena sentuhan karyanya yang tidak biasa itu, sang maestro mampu menciptakan interpretasi rasa dan pikiran yang berbeda dari tiap insan.

Sapardi, lanjut Mantan Direktur Bank Dunia, karyanya mampu melahirkan kata-kata dari rasa, kata-kata dari mata, kata-kata dari telinga, kata-kata dari suasana, kata-kata dari kala dan waktu yang tiada teraba. "Meski telah pergi, sajak dan puisinya yang indah dan abadi akan selalu bersama kita," ujarnya.

sapardi

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga mengungkapkan pengabdian dan keikhlasan dari sosok Sapardi dapat ditafsirkan dan diimplementasikan dalam kondisi pandemi saat ini. Kata dia, dalam kondisi apapun rasa pengabdian dan keikhlasan begitu sangat penting.

"Di dalam posisi dan peran apapun, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, keikhlasan pengabdian dan ketulusan terasa begitu utama dan penting," tulis Sri Mulyani.

Untuk diketahui, Sapardi Djoko Damono merupakan seorang sastrawan fenomenal yang dimiliki Indonesia. Ia meninggal dunia pada, Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

sapardi

Karya-karyanya dikenal oleh masyarakat Indonesia lintas generasi. Bahkan, sajak-sajak Sapardi telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah.

Salah satu karyanya yang paling populer adalah "Aku Ingin", yang konon sering digunakan dalam undangan perkawinan. Sajak-sajak lainnya yang terkenal yaitu "Hujan Bulan Juni", "Yang Fana adalah Waktu", dan "Akulah si Telaga".

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement