Teknologi 4.0 Digeber Industri Mamin Bisa Go Global

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 12:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 320 2252623 teknologi-4-0-digeber-industri-mamin-bisa-go-global-g7mdXma94I.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penerapan teknologi industri 4.0 di sektor industri makanan dan minuman (mamin). Tujuannya, agar mampu bersaing di tingkat global.

“Upaya tersebut diproyeksikan akan mampu meningkatkan produktivitas serta efisiensi sektor industri mamin antara 10% hingga 15%,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Menurutnya, implementasi industri 4.0 pada sektor manufaktur diyakini dapat menghemat biaya operasional. Selain itu, teknologi industri 4.0 juga dinilai berperan penting untuk meningkatkan utilisasi pabrik pada sektor mamin, terlebih pada kondisi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Hadapi Covid-19, Gapmmi: Pengusaha Tidak Lagi Mikir Untung Rugi

“Implementasi teknologi industri 4.0 dapat menjadi solusi ketika pabrik belum dapat sepenuhnya beroperasi secara normal. Apabila dalam keadaan normal, implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor mamin dapat meningkatkan utilisasi 20-25%,” paparnya.

Rochim mengungkapkan, industri mamin menjadi salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional. Peran penting sektor strategis ini terlihat dari kontribusinya yang konsisten dan signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas.

Baca Juga: Jadi Sektor Andalan, Menperin Optimistis Industri Mamin Tumbuh di Tengah Covid-19

Pada Triwulan I Tahun 2020, sektor industri mamin memberikan kontribusi sebesar 36,4% terhadap PDB manufaktur. Pada periode yang sama, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,9%.

“Diharapkan melalui implementasi industri 4.0, pertumbuhan sektor mamin dan kontribusinya terhadap PDB dapat terus meningkat,” tutur Rochim.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini