JAKARTA - Harga emas atau logam mulia kini sedang tinggi. Bahkan sudah menyentuh level tertinggi di angka Rp1.022.000 per gram.
Kenaikan harga emas yang gila-gilaan juga membuat masyarakat mendadak demam menginvestasikan uangnya ke logam mulia. Tak terkecuali para milenial yang selama ini kurang tertarik untuk berinvestasi.
Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, selama ini masih sedikit sekali masyarakat yang sadar akan investasi. Demam investasi emas bisa menjadi pilihan yang bisa dijadikan sebagai pilihan investasi.
Baca Juga: Harga Emas Antam Rp1 Juta/Gram, Saatnya Beli atau Jual?
"Menurutku bagus artinya orang sudah mulai melek investasi untuk tidak sekedar menaruh uangnya di deposito.Jadi ada alternatif buat teman-teman yang berinvestasi untuk mereka di logam mulia," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (29/7/2020).
Menurut Andi, kenaikan harga emas ini juga ditengarai semakin banyak masyarakat yang berinvestasi emas. Apalagi, di tengah pandemi yang membutuhkan investasi aman yang siap dicairkan kapanpun dibutuhkan.
"Jadi semakin tinggi permintaan makin banyak produknya yang dijual dengan harga mahal," jelasnya.
Baca juga: Ini Penyebab Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta/Gram
Apalagi, lanjut Andi, saat ini investasi emas sudah semakin mudah dan banyak pilihannya. Bahkan kini dengan uang Rp10.000 sudah bisa mulai belajar investasi emas.
"Satu lagi kelebihannya logam mulia di beberapa tempat itu kan bisa mencicil dengan harga rendah. Misalnya gini kita belinya di Pegadaian atau di bank syariah. Bahkan bisa menabung dari Rp10.000 bahkan memulai investasi dengan nilai yang sangat kecil banget. Dan itu menurutku bagus artinya mulai mendidik diri berinvestasi juga," jelasnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.