Mal Terbaik di Dunia PHK 450 Karyawan akibat Corona

Natasha Oktalia, Jurnalis · Rabu 29 Juli 2020 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 29 320 2253973 mal-terbaik-di-dunia-phk-450-karyawan-akibat-corona-23lVghsJzP.jpg Selfridges (reuters)

JAKARTA - Selfridges yang merupakan departement store atau pusat perbelanjaan (mal) terbaik di dunia telah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pegawainya hingga 14% atau sekitar 450 orang. Sejumlah ritel perusahaan dan sektor usaha lainnya juga sedang menghadapi tahun terberat yang diakibatkan adanya Pandemi Covid-19.

Pihaknya mengatakan bahwa perkiraan penjualan di tahun ini secara signifikan akan mengalami penurunan dari tahun lalu. Selfridges mempunyai 4 gerai fisik yang terletak di Oxford Street London, dan dua lainnya di Manchester dan Birmingham.

 Baca juga: Pengelola Mal Soroti Protokol Kesehatan PKL

Selfridges juga tengah meninjau semua biaya yang tidak berkepentingan dan menghentikan beberapa proyek. Setelah dibukanya kembali gerai fisik yang sebelumnya harus ditutup karena adanya perintah dari pemerintah setempat untuk lockdown dari bulan Maret.

Seperti yang dilansir dari CNN Business, Jakarta, Rabu (29/7/2020), penjualan Selfridges sudah meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Dengan total mencapai USD2,38 miliar atau setara dengan Rp34,4 triliun (Kurs Rp 14.455 per USD).

 Baca juga: Ada Jam Malam di Surabaya, Pengusaha Mal Atur Waktu Pulang Pekerja

Laba terbesar yang diterima pihaknya didapat dari investasi besar dalam sejumlah pengalaman dari pelanggan. Termasuk pula sejumlah toko aksesoris seluas 60.000 kaki persegi yang terletak di Oxford Street. Selain itu, Selfridges juga bergerak investasi dalam aplikasi Android yang berbasis Web dan layanan pengiriman berlangganan.

Adanya pandemi ini juga memukul sejumlah toko-toko high street di Inggris. Dikarenakan pembeli terpaksa untuk tetap dirumah dan melakukan transaksi secara online.

 Baca juga: Apa Sih Bedanya Supermarket, Minimarket hingga Mal? Ini Jawabannya

Merek-merek besar lainnya seperti Topshop, Arcadia, Harrods dan ritel pakaian pria TM Lewis juga terpaksa melepaskan hampir 2.000 pekerjaan dalam awal bulan Juli lalu.

Tidak hanya ritel pakaian, peritel kesehatan dan kecantikan Boots (WBA) juga telah mengumumkan akan memangkas 4.000 pekerjaan dan menutup 48 toko kacamata, sementara department store John Lewis menutup delapan lokasi.

Direktur pelaksana grup Selfridges, Anne Pitcher mengatakan bahwa pihaknya merasakan efek dan mengakui bahwa pemulihan seperti semula akan lambat, dengan penjualan di tahun ini yang diperkirakan akan jauh lebih rendah daripada 2019 lalu.

"Tanpa diragukan lagi, ini akan menjadi tahun terberat yang kita alami dalam sejarah kita saat ini." papar Anne.

Sementara itu, pengecer lainnya mencoba peruntungan dan mengalihkan fokusnya untuk mengambil keuntungan dalam lonjakan belanja online. Diperkirakan akan meningkatkan penjualan E-commerce tahun ini sebesar USD10,18 miliar menurut Edge Retail Insight.

Namun ditekankan kembali, inti dari bisnis Selfridges telah dibanting adanya penurunan sebanyak 28% dalam penjualan di bulan Juni.

Helen Brocklebank yang merupakan CEO anggota Walpole, mengatakan hanya melihat 5% hingga 10% dari volume penjualan normal dalam pernyataannya di awal bulan ini.

LVMH (LVMHF), yang memiliki Louis Vuitton, Dior dan Hennessy, mengatakan bahwa kontribusi Eropa untuk pendapatan kelompok turun selama enam bulan yang berakhir pada Juni "karena pengurangan signifikan dalam perjalanan wisata."

Menurut CFM LVMH Jean Jacques Guiony, sejumlah perjalanan ritel akan menderita selama beberapa waktu kedepan sebelum semuanya kembali berjalan dengan normal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini