Usai Libur Panjang, Masyarakat Diimbau Tidak Kembali ke Jakarta H+2

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 08:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 01 320 2255290 usai-libur-panjang-masyarakat-diimbau-tidak-kembali-ke-jakarta-i12znDaUgY.jpg Puncak Arus Balik Libur Idul Adha terjadi Minggu 2 Agustus 2020. (Foto: Okezone.com/Jasa Marga)

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus balik usai libur Idul Adha terjadi pada Minggu 2 Agustus 2020. Volume lalu lintas kendaraan menuju Jakarta pun akan meningkat

Operation Management & Maintenance Group Head Jasa Marga Pratomo Bimawan Putra mengimbau, pengguna jalan agar menghindari waktu yang bersamaan untuk kembali ke Jakarta.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Menko Airlangga Sisipkan Doa saat Corona

"Kami mengimbau agar pengguna jalan dapat mengatur waktu perjalanan kembali ke Jakarta, salah satunya dengan menghindari waktu puncak arus balik pada hari Minggu agar terhindar dari kepadatan," ujar Bima, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8/2020).

Bima menjelaskan, dari total kendaraan yang akan kembali ke Jakarta tersebut, mayoritas berasal dari arah Timur, atau dari Jalan Tol Trans Jawa.

“Hampir setengahnya, lalu lintas menuju Jakarta berasal dari arah Timur. Jika saat kembali ke Jakarta pengguna jalan terkonsentrasi hanya dalam satu hari, potensi terjadinya kepadatan Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jakarta Cikampek II Elevated sangat tinggi karena jalan tol tersebut merupakan akses utama untuk pengguna jalan dari arah Timur menuju wilayah Jabotabek,” paparnya.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha saat Covid-19, Menteri Basuki: Titip Salam untuk Keluarga

Sementara itu, berdasarkan data Jasa Marga, pada H-1 Hari Raya Idul Adha 1441 H atau Kamis 30 Juli 2020, tercatat 192.103 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan. Volume lalu lintas (lalin) pada H-1 Hari Raya Idul Adha 1441 H yang meninggalkan Jakarta ini naik 56,1% dibandingkan dengan lalin normal.

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu 57,5% dari arah Timur, 21,0% dari arah Barat dan 21,5% dari arah Selatan. Adapun rinciannya sebagai berikut:

Arah Timur 

Lalin meninggalkan Jakarta dari arah timur merupakan kontribusi lalin dari dua Gerbang Tol (GT) pengganti GT Cikarang Utama, yaitu GT Cikampek Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Trans Jawa serta GT Kalihurip Utama untuk pengguna jalan menuju Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi dengan rincian distribusi lalin sebagai berikut:

- GT Cikampek Utama 1, dengan jumlah 62.185 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik sebesar 123,4% dari lalin normal.

- GT Kalihurip Utama 1, dengan jumlah 48.251 kendaraan meninggalkan Jakarta, naik sebesar 88,1% dari lalin normal.

Total kendaraan meninggalkan Jakarta dari arah Timur adalah sebanyak 110.436 kendaraan, naik sebesar 106,4% dari lalin normal.

Arah Barat

Jasa Marga juga mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang adalah sebesar 40.398 kendaraan, naik sebesar 0,6% dari lalin normal.

Arah Selatan

Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta dari arah Selatan/Lokal melalui GT Ciawi 1 Jalan Tol Jagorawi adalah sebesar 41.269 kendaraan, naik sebesar 40,3% dari lalin normal.

Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Hindari jam-jam puncak arus lalu-lintas, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, mematuhi protokol kesehatan (menggunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak) saat berada di Tempat Istirahat, isi saldo uang elektronik yang cukup, mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas serta istirahat jika lelah berkendara. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini