Penyaluran Kredit Hanya Tumbuh 1% di Juni

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 09:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 20 2255618 penyaluran-kredit-hanya-tumbuh-1-di-juni-2ckJ42I1GU.jpg Bank Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit pada Juni 2020 mencapai Rp5.552,6 triliun atau tumbuh 1,0% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya 2,4%. Perlambatan penyaluran kredit terutama terjadi pada debitur korporasi maupun perorangan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menerangkan, kredit kepada korporasi tercatat melambat dari 2,9(yoy) pada Mei 2020 menjadi 0,7%. Sedangkan kredit pada perorangan tercatat melambat dari 2,2% (yoy) pada Mei 2020 menjadi 2,0% (yoy).

 Baca juga: Korporasi Dapat Kredit Modal Kerja dari Pemerintah, untuk Apa?

Rinciannya, berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan kredit terjadi kredit modal kerja dan kredit investasi. Kredit modal kerja (KMK) melambat dari 0,1% pada bulan Mei 2020 menjadi negatif sebesar -2,0% pada Juni 2020, terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR).

KMK sektor pengolahan turun dari 3,7% (yoy) menjadi negatif 0,5% (yoy) terutama pada kredit industri pesawat terbang dan perlengkapannya sera perbaikan pesawat terbang khususnya di Jawa Barat dan Banten.

 Baca juga: Kabar Baik Nih, Restrukturisasi Kredit Bakal Diperpanjang

"Sementara itu, KMK sektor PHR turun lebih dalam dari -2,8% (yoy) pada bulan Mei menjadi -4,9% (yoy), terutama bersumber dari penurunan KMK subsektor perdagangan impor bahan bakar, gas, cair dan padat DKI Jakarta," kata Onny di Jakarta, Minggu (2/8/2020).

Di sisi lain, Kredit Investasi (KI) tercatat melambat dari 6,7% (yoy) menjadi 5,2% (yoy) pada Juni 2020. Terutama pada sektor pertanian, pertenakan, perikanan dan sektor PHR.

Rinciannya KI sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan melambat dari 2,6% (yoy) menjadi 0,7% (yoy) pada Juni 2020.Terutama datang dari kredit subsektor jasa pertanin, perkebunan dan peternakan di Sumatera Selatan dan Kalimantan Utara.

Lalu, KI sektor PHR juga mengalami kontraksi sebesar -0,6% setelah pada bulan sebelumnya meningkat 0,4% 9yoy), khususnya pada subsektor perdagngan makanan, minman dan tembakau di DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada bulan Juni 2020 mengalami sedikit peningkatan dari 2,3% (yoy) menjadi 2,4% (yoy) yang disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan kredit multiguna.

"Mengalami sedikit peningkatan dari 2,3% (yoy) menjadi 2,4% (yoy) yang disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan kredit multiguna," jelasnya.

Sejalan dengan perlambatan total kredit properti pada Juni 2020 juga melambat dibandingkan bulan sebelumnya dari 4,7% pada Mei menjadi 4,2% (yoy) pada Juni 2020. Hal ini disebabkan pertumbuhan kredit KPR/KPA dan serta kredit konstruksi.

"Pertumbuhan kredit KPR/KPA melambat dari 3,7% (yoy) menjadi 3,5% (yoy)," imbuhnya.

Perlambatan juga terjadi pada kredit konstruksi dari 5,2% (yoy) menjadi 4,3% pada bulan Mei 2020, terutama pada kontruksi gdung industri. Di sisi lain, kredit real estate melambat dari 6,6% (yoy) menjadi 5,8% (yoy).

Sementara itu, Perlambatan juga terjadi pada kredit UMKM dari 1,4% menjadi -0,4%. Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh skala usaha yaitu mikro, kecil, dan menengah, masing-masing dari 2,0%, 3,4%, dan -4,6%.

"Perlambatan pertumbuhan kredit UMKM terjadi pada seluruh jenis UMKM yakni modal kerja dan investasi," jelasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini