Di sisi lain, pertumbuhan kredit konsumsi (KK) pada bulan Juni 2020 mengalami sedikit peningkatan dari 2,3% (yoy) menjadi 2,4% (yoy) yang disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan kredit multiguna.
"Mengalami sedikit peningkatan dari 2,3% (yoy) menjadi 2,4% (yoy) yang disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan kredit multiguna," jelasnya.
Sejalan dengan perlambatan total kredit properti pada Juni 2020 juga melambat dibandingkan bulan sebelumnya dari 4,7% pada Mei menjadi 4,2% (yoy) pada Juni 2020. Hal ini disebabkan pertumbuhan kredit KPR/KPA dan serta kredit konstruksi.
"Pertumbuhan kredit KPR/KPA melambat dari 3,7% (yoy) menjadi 3,5% (yoy)," imbuhnya.
Perlambatan juga terjadi pada kredit konstruksi dari 5,2% (yoy) menjadi 4,3% pada bulan Mei 2020, terutama pada kontruksi gdung industri. Di sisi lain, kredit real estate melambat dari 6,6% (yoy) menjadi 5,8% (yoy).
Sementara itu, Perlambatan juga terjadi pada kredit UMKM dari 1,4% menjadi -0,4%. Perlambatan tersebut terjadi pada seluruh skala usaha yaitu mikro, kecil, dan menengah, masing-masing dari 2,0%, 3,4%, dan -4,6%.
"Perlambatan pertumbuhan kredit UMKM terjadi pada seluruh jenis UMKM yakni modal kerja dan investasi," jelasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.