Teken KPBU Lintas Timur Sumatera, Menteri Basuki: Ini Jadi Poros Logistik

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 19:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 320 2256362 teken-kpbu-lintas-timur-sumatera-menteri-basuki-ini-jadi-poros-logistik-d0DbUi4dC3.jpg KPBU Jalan Lintas Timur Sumatera (Foto: Kementerian PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar penandatanganan kontrak Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Jalan Lintas Timur Sumatera di Provinsi Sumatera Selatan. Proyek ini merupakan usaha patungan antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero) melalui PT Jalintim Adhi-Abipraya.

Di mana, Adhi Karya diberikan porsi sebesar 60 persen, sedangkan 40 persen lainnya dimiliki oleh PT Brantas Abipraya. Estimasti investasi proyek Preservasi Jalintim Sumatera di Sumatera Selatan ini senilai Rp 916,4 miliar dengan masa konseksi selama 15 tahun.

 Baca juga: Mulus, Tol Pekanbaru-Dumai Sepanjang 131 Km Siap Beroperasi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan ini akan menjadi poros logistik pengiriman barang Sumatera Selatan. "Ini jadi poros logistik, walaupun tol kita kejar nyambung Bakauheni Banda Aceh, Jalintim tak akan ditinggalkan perannya, seperti halnya jalan tol Trans Jawa," kata Basuki dalam pidatonya, Jakarta, Senin (3/8/2020).

Dia mengingatkan kepada para kontraktor untuk mengerjakan proyek itu secara serius, karena nantinya jalur itu akan menjadi sarana pendukung kegiatan perekonomian.

 Baca juga: Canggih! Indonesia Bakal Punya Jalan Tol Pintar di Medan

"Kami ingin menyediakan prasarana yang baik untuk kegiatan ekonomi. Tapi kalau sudah berlubang-lubang bisa terbalik, patah dan sebagiannya. Ini sangat merugikan. Apalagi kalau sampai Program transisi buang uang APBN lagi. Kadang karena lelang yang berulang, ini tidak, ini penyedia jasa yg lelet," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini