Dipailitkan Mantan Mitra Bisnisnya, AIA: Klaim Sepihak

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 21:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 320 2257024 dipailitkan-mantan-mitra-bisnisnya-aia-klaim-sepihak-LJHkDie3r8.jpeg AIA Buka Suara Soal Gugatan Mantan Mitra Bisnisnya. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT AIA Financial angkat suara atas dugaan gagal gagar bayar AIA. Para pemohon mengaku haknya tidak dibayarkan oleh pihak AIA Financial dengan total nilai Rp67,8 miliar.

AIA pun menegaskan bahwa jumlah klaim tersebut sepihak. Di mana hal tersebut dilakukan oleh pemohon yang merupakan mantan tenaga pemasar AIA, yakni Jethro sebagai Leader, Kenny Leonara Raja sebagai Agent dan mantan karyawan Surianta Tarigan.

"Jumlah angka yang diklaim sepihak sebagai hak oleh Bapak Jethro dan Bapak Kenny Leonara Raja tidak sesuai dengan fakta yang ada. AIA telah menyelesaikan dan memenuhi kewajiban sepenuhnya kepada Bapak Jethro dan Bapak Kenny Leonara Raja sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian antara para pihak," ujar Corporate Communication AIA Lia Merdekawaty dalam keterangannya, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga: AIA Financial Bakal Digugat Pailit, Kok Bisa?

Antara AIA dan Jethro serta Kenny Leonara Raja telah menghentikan perjanjian tenaga pemasar. Keputusan tersebut tentu tidak mudah dan AIA telah melalui berbagai proses termasuk mediasi, sebagai upaya mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh para pihak.

"Demikian juga dengan jumlah angka yang diklaim sepihak sebagai hak oleh mantan karyawan Ibu Surianta Tarigan yang juga tidak benar. AIA telah menyelesaikan dan memenuhi kewajiban sepenuhnya kepada Ibu Surianta Tarigan sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian kepegawaian dan sejalan dengan aturan hukum yang berlaku," ujarnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Produk, Investasi di Asuransi Juga Ngeri-Ngeri Sedap

Meski demikian, AIA menghormati keputusan Kenny Leonara Raja dan Jethro untuk menyelesaikan persoalan ini dengan menempuh jalur hukum. AIA akan menghormati seluruh proses hukum yang telah dijalankan dan menghimbau semua pihak untuk melakukan hal yang sama.

Dalam hal penyelesaian permasalahan dengan Surianta Tarigan, AIA telah menjalankan proses sesuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan yang berlaku, termasuk dalam hal perjanjian tenaga kerja dengannya. Keputusan Perusahaan didasarkan pada pelanggaran yang telah terbukti dan telah diakui sepenuhnya.

"Kami mengimbau agar Ibu Surianta Tarigan menghormati perjanjian penyelesaian yang telah disepakati bersama dan yang telah didaftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat," tuturnya.

Sebagai perusahaan asuransi jiwa, AIA dalam menjalankan kegiatan bisnis selalu berpegang teguh pada prinsip operasional "Melakukan hal yang tepat, dengan cara yang tepat, dengan orang yang tepat”, untuk itu seluruh karyawan diwajibkan untuk beroperasi sesuai dengan Code of Conduct dan tenaga pemasar diwajibkan untuk beroperasi sesuai dengan Market of Conduct Guideline (MCG) yang telah ditetapkan perusahaan selain juga wajib untuk mematuhi ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. (feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini