Menanti Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 yang Diproyeksi Minus 4,72%

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 09:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 20 2257137 menanti-rilis-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-ii-2020-yang-diproyeksi-minus-4-72-uj06DBNCZF.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan rilis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020. Sejumlah kalangan memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 minus.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 terkontraksi di kisaran -4,72% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat 2,97% yoy.

Baca Juga: Tugas Khusus Satgas dari Jokowi, Ekonomi Kuartal III Jangan Sampai Negatif!

"Pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2020 diperkirakan terkontraksi di kisaran -4,72% (year on year/yoy) dari kuartal sebelumnya tercatat 2,97% yoy," kata Josua di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Dia melanjutkan konsumsi pemerintah diperkirakan melambat tipis sekitar -1,55% yoy dari kuartal II tahun 2019 yang tercatat 8,2%yoy seiring dengan realisasi laju pertumbuhan belanja Kementerian atau lembaga yang tercatat melambat menjadi -2,9% yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 4,9%yoy.

 

"Surplus neraca perdagangan pada kuartal II 202p dibandingkan kuartal II tahun sebelumnya mengindikasikan bahwa net ekspor pada komponen PDB di kuartal II 2020 diperkirakan cenderung meningkat dibandingkan net ekspor pada kuartal kedua 2019 , di mana laju impor non-migas pada kuartal II-2020 tercatat terkontraksi -16,5% yoy sementara ekspor non-migas tercatat terkontraksi -11,3%yoy," katanya.

Sementara itu, dari sisi produksi,secara umum mengalami perlambatan terindikasi dari laju penerimaan pajak PPh pada kuartal II 2020 yang tercatat terkontraksi -16,7% yoy. Sektor-sektor dari sisi produksi yang diperkirakan menurun signifikan dan bahkan diperkirakan terkontraksi antara lain sektor perdagangan dan manufaktur.

"Sebagian besar sektor ekonomi lainnya secara umum juga diperkirakan mengalami penurunan signifikan mengingat dampak PSBB sejak awal kuartal II-2020 terasa signifikan sehingga terjadi penurunan produktivitas serta penurunan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) dalam Survey Kegiatan Dunia Usaha (SKDU)," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini