Keuangan Bocor Halus, Kenali Apa Itu Latte Factor?

Safira Fitri, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 320 2258436 keuangan-bocor-halus-kenali-apa-itu-latte-factor-VyDBddrxrB.jpg Tips Mengelola Keuangan untuk Milenial. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Latte Factor menjadi sebuah istilah bagi gaya hidup seseorang yang konsumtif. Pengeluaran yang dimaksud adalah kebiasaan mengonsumsi hal-hal kecil, namun secara berkala dan tak disadari jika dijumlahkan uangnnya begitu besar.

Sebenarnya, Latte Factor pertama kali dicetuskan oleh David Bach, seorang motivator, publik figur, sekaligus pengusaha yang sukses dengan bukunya yang berjudul "Finish Rich". Istilah Latte dipilih karena melihat hobi kebanyakan orang mengonsumsi kopi setiap hari, yang mana jika diakumulasikan mungkin bisa menjadi tabungan harta.

Pengeluaran kecil tersebut justru sering tidak disadari, hingga pada akhir bulan baru bertanya-tanya ke mana perginya uang di dompet?

Melansir laman pribadi Instagram Pritaghozie, Jakarta, Jumat (7/8/2020), coba kenali beberapa hal berikut mana saja diantara pengeluaran-pengeluaran yang sering dilakukan tanpa sadar.

1. Eating out & Take aways

Terbiasa makan dari restoran saat jam kerja lalu lanjut lagi saat akhir pekan, pengeluaran ini seharusnya dibuat dengan bujet khusus. Nah, yang jadi Latte Factor adalah saat ada extra orderan seperti ingin menambah menu dan sebagainya. Sadar tidak?

2. Ongkos kirim Online Shopping

Sepertinya ini merupakan kelemahan banyak orang. Seperti misalnya, saat belanja online, maunya barang yang diorder hari itu juga sampainya. Hal ini menyebabkan pengeluaran lebih lagi. Padahal ada fitur gratis ongkir, tetapi tidak digunakan karena kemauan ego sendiri.

Jika perbedaannya dalam mengeluarkan ongkos kirim sekali belanja adalah Rp50.000 dan terjadi delapan kali selama satu bulan, maka dikalikan total keseluruhan ongkos kirimnya saja adalah Rp400.000. Nah, nilai segitu lebih baik diinvestasikan saja bukan?

3. Langganan fasilitas rumah

Berlangganan fasilitas tambahan untuk di rumah, namun tidak terpakai. Misalnya, saking takut koneksi internet buruk akhirnya sampai berlangganan internet dari tiga provider. Jika terpakai tidak masalah, namun kalau tidak terpakai untuk apa? Selain itu, termasuk berlangganan kabel TV paket komplit, paket telepon seluler dan lainnya.

4. Langganan aplikasi berlebihan

Coba cek di gadget masing-masing yang digunakan, ada berapakah aplikasi yang serupa? Maksudnya dengan fungsi yang tidak jauh berbeda. Lalu, di antara semua aplikasi tersebut adakah yang diupgrade ke premium dan bayar langganan?

Yang seperti itu karena seringkali dibayar menggunakan kartu kredit, biasanya orang tidak sadar berapa jumlah yang dikeluarkan hanya untuk berlangganan aplikasi gadget.

5. Dan berbagai pengeluaran di bawah ini contohnya

Akumulasi jajan Rp20.000-Rp50.000, upgrade langganan atau ekstra kuota gadget, biaya bank dari ATM atau transfer bank, lalu tip dan hadiah yang tidak direncanakan, dan banyak lainnya.

Menurut Prita, cara paling efektif untuk menemukan Latte Factor adalah dengan melacak pengeluaran. "Itu sebabnya aku paling suka pakai metode pembagian rekening Living, Saving, Playing karena bisa ketahuan di area mana bocor halus ini terjadi" ujarnya.

Selain itu, ia juga menyarankan untuk melakukan hal tersebut selama 1 bulan bahkan 3 bulan akan lebih baik. Setelah ketahuan, maka langkah berikutnya adalah melakukan pembenahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini