Investasi Panas Bumi Sangat Mahal, Tingkat Kesuksesan Tidak Tinggi

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 320 2260257 investasi-panas-bumi-sangat-mahal-tingkat-kesuksesan-tidak-tinggi-jw8A9w0G95.jpg Panas Bumi (Shutterstock)

JAKARTA - Investasi di panas bumi masih sangat mahal dan berisiko tinggi. Dengan investasi yang mahal ini, tarif yang affordable akan sulit dicapai.

Senior Advisor INAGA dan API Abadi Poernomo menyebutkan bahwa untuk investasi 1 Megawatt (MW), butuh biaya sekitar USD 5-6 juta.

 Baca juga: 16,8% Listrik Indonesia Dihasilkan dari Panas Bumi pada 2025

"Success ratio eksplorasi panas bumi tidak lebih dari 50%, dan success ratio pengembangan juga tidak lebih dari 70%," ujar Abadi dalam Market Review IDX Channel Live di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, titik-titik energi panas bumi di Indonesia juga terletak di remote areas, atau daerah-daerah remote. Sehingga, developer atau pengembang juga harus membangun infrastruktur yang panjang dan tinggi.

 Baca juga: Potensi Panas Bumi RI Diminta Dimaksimalkan

"Mereka harus membangun infrastruktur yang panjang, dengan ketinggian hingga 200-1.500 meter, membuat investasinya cukup tinggi," lanjut Abadi.

Dia mengatakan, sebenarnya kegiatan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi mirip dengan migas. Perbedaannya hanya terletak pada temperatur dan tekanan.

"Kita bekerja dengan temperatur 250-300 derajat celcius, juga dengan tekanan. Waktu pengembangannya juga cukup lama, bisa 6-7 tahun," ungkapnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini