Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amazon Bakal Ambil Alih Toko JcPenney Jadi Gudang

Safira Fitri , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2020 |08:47 WIB
Amazon Bakal Ambil Alih Toko JcPenney Jadi Gudang
Amazon Berencana Membeli Toko JCPenney dan Sears. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Amazon sedang dalam perbincangan dengan Simon Property Group (SPG), pemilik mal terbesar di Amerika Serikat. Amazon berencana mengubah toko JCPenney (JCP) dan Sears (SHLDQ) menjadi pusat distribusi untuk mengirimkan paket.

Melansir dari laman CNN Business, Jakarta, Rabu (12/8/2020), kedua retail tersebut telah mengajukan kebangkrutan, karena Sears telah muncul dari Bab 11 dan menutup ratusan toko. Menurut pengajuan publik terbaru, Simon tercatat memiliki 63 toko JCPenney dan 11 Sears.

Baca Juga: Jeff Bezos Jual Saham Amazon, Rp107 Triliun Masuk Rekening

Oleh karena itu, kesepakatan tersebut bisa masuk akal bagi Amazon dan Simon karena banyak toko dan mortir tradisional runtuh. Amazon (AMZN) menargetkan lebih banyak ruang agar bisa lebih dekat dengan konsumen demi membangun strategi pengiriman saru hari.

Mal biasanya terletak lebih dekat dengan jalan raya dan area pemukiman dibandingkan dengan gudang Amazon. Sehingga memungkinkan mempercepat pengriman ke pelanggan.

Pemilik mal saat ini membutuhkan penyewa yang berani menawarkan dana besar degan tujuan dapat menggantikan toko jangkar mereka yang bangkrut. Meskipun Amazon tidak akan menarik banyak lalu lintas pejalan kaki, mereka akan membantu membayar tagihan.

Baca Juga: Jack Ma hingga Colin Huang Jual Saham Gila-gilaan, Untungnya Fantastis

"Ini adalah solusi yang menguntungkan keduanya," ujar Mantan Eksekutif TGT yang saat ini merupakan CEO blog ritel Omni Talk.

Simon mendapatkan penyewa utama dan Amazon mendapatkan pusat pemenuhan yang lebih terlokasi. Bagi Amazon, kesepakatan itu juga dapat memberinya kursi barisan depan dalam mengembangkan infrastruktur mal untuk masa depan.

Tidak jelas berapa banyak toko yang sedang dipertimbangkan untuk Amazon, dan ada kemungkinan kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan, Journal melaporkan, mengutip penjelasan orang-orang tentang masalah tersebut.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement