Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Momentum 17 Agustus, Saatnya UMKM hingga Pengusaha Bersatu Hadapi Covid-19

Michelle Natalia , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2020 |17:06 WIB
   Momentum 17 Agustus, Saatnya UMKM hingga Pengusaha Bersatu Hadapi Covid-19
Ekonomi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Eksportir Dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) membuat beberapa rekomendasi untuk pemerintah dan komponen-komponen penggerak ekonomi untuk memanfaatkan momen 17 Agustus 2020 yang akan datang untuk membangkitkan kesadaran berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Baca Juga: Menko Airlangga Prediksi Ekonomi RI Minus 1% di Kuartal III, Jadi Resesi Nih? 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum I Asephi Hatman dalam konferensi pers virtual Inacraft ke-22.

"Semua komponen penggerak ekonomi, baik itu pengusaha besar, UMKM, BUMN, dan pihak lainnya, harus mendukung pemerintah untuk merancang berdikari, berdiri di atas kaki sendiri dalam menghadapi wabah Covid-19 ini. Harus ada reformasi total paradigma di setiap komponen penggerak ekonomi," ungkap Hatman di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: Jokowi Gas dan Rem Selamatkan Ekonomi, Ini Penjelasan Erick Thohir 

Pemerintah, menurut Asephi, harus bisa membuat regulasi ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. BUMN, di sisi lain, harus bisa mengubah orientasi bisnis menjadi kepentingan kebutuhan hajat hidup orang banyak, seperti evaluasi harga BBM, tarif listrik, serta restrukturisasi pinjaman bank sampai ada pengumuman status bebas Covid-19 secara nasional.

"Pengusaha besar diharapkan mencari bahan baku dan juga peluang pasar dalam negeri, atau bahkan menjadi fasilitator pengusaha kecil dan menengah," tambahnya.

Untuk pengusaha bisnis yang bergerak di bisnis e-commerce, Asephi merekomendasikan untuk memprioritaskan produk lokal sebagai barang dagangannya melalui kurasi dan garansi.

"Hal ini menunjukkan adanya rasa nasionalisme di masa pandemi ini, bekerja pun harus bersungguh-sungguh dan peduli terhadap situasi sekarang," imbuh Hatman.

Asephi, lanjut dia, juga turut mengapresiasi #BanggaBuatanIndonesia sebagai program nasional.

"Sebagai asosiasi besar, Asepi akan berusaha maksimal mewujudkan semua harapan di atas. Asephi juga siap berdiskusi dan berkoordinasi dan membantu dengan semua pihak komponen penggerak ekonomi agar keluar dari lubang jarum kemungkinan terjelek yaitu resesi dan kemungkinan yang lebih buruk," pungkas Hatman.

Sementara itu, ajang International Handicraft Trade Fair (Inacraft) ke-22 yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan April 2020, terpaksa ditunda hingga tahun 2021 akibat pandemi Covid-19.

Direktur Mediatama Binakreasi Umi Noor W mengatakan, sebelumnya, Inacraft ke-22 ini tadinya akan diselenggarakan pada September 2020.

"Karena perizinan belum kami peroleh, dan angka kasus Covid-19 masih tinggi, maka pihak

Asosiasi Eksportir Dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) memutuskan untuk menunda Inacraft di tahun 2021, tepatnya mulai tanggal 31 Maret hingga 4 April 2021," ucap Umi,.

Dengan adanya pandemi ini, dia mengatakan, pameran industri nampaknya terdampak pertama. "Namun, kami berupaya supaya tidak menjadi pihak yang bangkit terakhir," imbuh Umi.

Inacraft ke-22 akan menghadirkan Provinsi Aceh sebagai ikon utama, dengan tetap mengambil lokasi di Balai Sidang Jakarta Convention Center.

"Untuk itu, kami selalu berkoordinasi dengan Asephi untuk mempersiapkan hal-hal teknis untuk menghadapi Inacraft ke-22 tahun depan. Sesuai anjuran pemerintah, kita harus mulai beradaptasi dengan tatanan kehidupan baru, begitu pula dengan teknis pelaksanaan pameran," lanjut Umi.

Selama ini, angka peminat dan pengunjung pameran Inacraft yang luar biasa tinggi. Namun dengan adanya Covid-19, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Kami juga akan mencoba membuat panduan dengan mengacu pada Kementerian Kesehatan," pungkasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement