Arak Bali Mampu Turunkan Angka Penderita Covid-19, Menko Luhut: Entah Benar atau Tidak

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 320 2261640 arak-bali-mampu-turunkan-angka-penderita-covid-19-menko-luhut-entah-benar-atau-tidak-0NQVreoTEY.jpeg Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan arak Bali mampu menurunkan angka penderita Covid-19 di Pulau Dewata. Hal tersebut berdasarkan pengakuan dari Gubernur Bali, I Wayan Koster yang menyebut penggunaan kearifan lokal itu mampu menekan pengidap penyakit tersebut.

“Gubernurnya mengatakan ada herbal daerah, meminum arak dari mereka. Entah benar entah tidak, yang penting (angka covid-19) kelihatan turun. Saya dukung saja lah," kata Luhut saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga: Hoaks Informasi Covid-19 Bikin 800 Orang Meninggal Dunia

Dia menilai pernyataan itu dapat dibuktikan dengan tidak adanya lonjakan kasus Covid-19 saat pihaknya membuka kembali kawasan itu untuk pariwisata pada 31 Juli 2020 lalu.

"Sekarang kami sudah buka (pariwisata) Bali dan Banyuwangi. Kami bersyukur, ternyata setelah dua pekan angka covid-19 di Bali menurun," ujarnya.

Dia menambahkan kejadian serupa juga terjadi di Surabaya, Jawa Timur, yang mana wilayah itu sempat menjadi episentrum penyebaran covid-19 di Tanah Air, kini berangsur pulih.

Dirinya mendapat informasi dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang sempat mempromosikan jus herbal berbahan dasar buah manggis untuk penanganan pasien.

Baca Juga: Petugas Makam Covid-19 di Jakarta Belum Dapatkan Insentif

"Ibu Risma di Surabaya. Beliau membuat jus dari herbal manggis dan sebagainya, dan ribuan yang sembuh," katanya.

Menurut dia, kejadian di luar akan dan logika itu memang kerap terjadi di Indonesia, sehingga tak perlu dicemaskan.

"Ini menjadi yang tidak dihitung oleh orang asing, bahwa di Indonesia banyak hal-hal yang aneh. Bahkan disebutkan kita membohongi. Tapi kearifan lokal kan suka-suka dia," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini