Mengenal Sejarah, Tugu Jam Thamrin yang Bakal Direlokasi Demi MRT

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 16 Agustus 2020 18:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 470 2263113 mengenal-sejarah-tugu-jam-thamrin-yang-bakal-direlokasi-demi-mrt-z9LPxNJcsd.jpg Pengerjaan Proyek MRT Fase II Akan Memindahkan Sementara Tugu Jam Thamrin. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tugu Jam Thamrin di Jakarta Pusat merupakan salah satu bangunan bersejarah Indonesia. Jam besar dengan angka romawi tersebut menjadi sejarah kemerdekaan Indonesia yang saat ini memasuki usia 75 tahun.

Akan tetapi, bangunan ini akan direlokasi untuk sementara. Pasalnya, lokasinya akan digunakan untuk pembangunan MRT Jakarta tahap kedua.

Jam besar tersebut telah berdiri tegak persis di depan patung pahlawan nasional sejak tahun 1969. Namun, keberadaannya menjadi salah satu hal utama yang perlu dipindahkan untuk melanjutkan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) tahap kedua.

Baca Juga: HUT Kemerdekaan ke-75, KAI Operasikan 13 Kereta Tambahan

Dengan tipe konstruksi bawah tanah, jalur baru akan ditambahkan tujuh stasiun baru yang terdiri atas stasiun Thamrin, Monas, Harmoni, Mangga Besar, Glodok, Kota, Mangga Dua, Ancol, dan Depo.

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim mengakui bahwa pengerjaannya akan sedikit berhati-hati, mengingat salah satu yang akan dipindahkan adalah cagar budaya Tugu Jam Thamrin, yang mana merupakan bangunan bersejarah dan perlu dijaga.

“Ada empat hal utama, yaitu relokasi Tugu Jam Thamrin, pembongkaran jembatan penyeberangan orang Bank Indonesia, pembangunan Halte Transjakarta sementara, dan konstruksi Diaphragm wall serta site occupation,” tutur Silvia, seperti dilansir dari laman MRT Jakarta, Jakarta, Minggu (16/8/2020).

Baca Juga: Peringatan HUT RI Ke-75, Momentum Bangkitkan Korporasi Tanaman Pangan

Silvia pun menjamin bahwa Tugu Jam Thamrin kemudian akan dikembalikan dalam kondisi yang lebih baik.

Adapun konstruksi MRT Fase II menelan biaya sebesar Rp22,5 triliun yang terdiri atas 51% ditanggung pemerintah DKI Jakarta dan 49% ditanggung pemerintah pusat tersebut. Pada pembangunan fase dua MRT memiliki lintasan sepanjang 5,8 km dari Thamrin-Kota, sedangkan dari Kota-Depo sepanjang 6 km.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini